Samsung disebut puncaki pasar ponsel pintar global kuartal ketiga

·Bacaan 1 menit

Samsung Electronics Co. mempertahankan posisi teratas di pasar ponsel pintar global pada kuartal ketiga tahun ini, sebuah laporan menunjukkan hal tersebut.

Produsen ponsel pintar terbesar di dunia itu memegang pangsa pasar sebesar 20 persen pada periode Juli-September, diikuti oleh Apple dengan 14 persen dan Xiaomi dengan 13 persen, menurut sebuah laporan dari peneliti pasar Counterpoint Research.

Baca juga: Samsung sabet peringkat keempat Digital Inclusion Benchmark WBA 2021

Dikutip Yonhap, Jumat, selama tiga bulan, raksasa teknologi Korea Selatan itu mengirimkan 69,3 juta ponsel pintar, naik 20 persen dari kuartal sebelumnya dan turun 14 persen dari tahun lalu.

Jumlah negara di mana Samsung berada di posisi teratas, menurun menjadi 43 dari 46 pada dua tahun lalu.

Perusahaan memimpin pasar smartphone di Eropa, Amerika Latin dan Timur Tengah-Afrika, sementara pembuat ponsel China Vivo memimpin pasar Asia dan Apple memimpin pasar Amerika Utara.

Perusahaan riset mengatakan Apple memiliki pengikut setia di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, sementara Xiaomi telah memperluas basis pelanggannya secara agresif di India.

Sementara Motorola telah mengambil tempat kosong yang ditinggalkan oleh LG Electronics, yang telah menarik diri dari pasar ponsel pintar awal tahun ini.

Secara keseluruhan, pasar smartphone global tumbuh enam persen dari kuartal sebelumnya menjadi total 342 juta unit.

Seorang analis di Counterpoint Lee Yoon-jung mengatakan Samsung perlu terus mendorong kemajuan teknologi di pasar ponsel lipat dan meningkatkan jajaran smartphone 5G di pasar negara berkembang.


Baca juga: Samsung tunda pembaruan One UI 4 untuk seri Galaxy Z

Baca juga: Samsung siapkan lebih banyak seri Galaxy A berfitur "water resistant"

Baca juga: Samsung mulai beri pembaruan One UI 4 pada seri Galaxy Z

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel