Samsung perkenalkan antarmuka jam tangan pintar baru

·Bacaan 1 menit

Samsung Electronics Co. telah meluncurkan antarmuka jam tangan pintar barunya, sebagai upaya memperluas kehadiran mereka di pasar perangkat "wearable".

Samsung memperkenalkan One UI Watch pada sesi virtual Mobile World Congress (MWC) tahun ini, dengan mengatakan antarmuka baru tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih terhubung antara Galaxy Watch dan smartphone.

Dilansir Kantor Berita Yonhap, Kamis, One UI Watch akan tersedia untuk sistem operasi (operating system/OS) baru yang dikembangkan bersama oleh Samsung dan Google.

Kedua perusahaan pada bulan lalu mengatakan akan menggabungkan OS "wearable" mereka, yakni OS Tizen Samsung dan OS Wear Google.

Samsung mengatakan Galaxy Watch yang akan datang, yang akan diluncurkan pada acara Unpacked akhir musim panas ini, akan menjadi perangkat pertama yang menampilkan antarmuka baru dan platform terpadu.

"Sebagai bagian dari pengalaman baru, setelah Anda menginstal aplikasi yang kompatibel dengan jam tangan di ponsel cerdas Anda, aplikasi itu akan dengan cepat diunduh ke jam tangan pintar Anda," kata Samsung.

"Dan jika Anda memblokir panggilan dan pesan dari jam tangan Anda, sekarang juga akan diblokir di ponsel cerdas Anda," tambah Samsung

OS wearable terpadu juga akan mendukung fitur baru dengan aplikasi pihak ketiga populer yang dapat diunduh dari Google Play langsung di Galaxy Watch pengguna.

Samsung juga mengumumkan akan membuat alat desain tampilan jam yang ditingkatkan, yang akan membantu pengembang dan desainer Android membuat tampilan jam baru dengan lebih mudah.


Baca juga: Peloton akan hadirkan gelang pemantau detak jantung saat berolahraga

Baca juga: Samsung duduki peringkat kedua jual perangkat "wearable" secara global

Baca juga: Huawei Band 6 resmi dirilis unggulkan layar lega hingga Find Phone

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel