Sandi ajak santri tingkatkan sektor pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak para santri meningkatkan sektor pariwisata dengan menjadi pemimpin masa depan yang mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Bondowoso dinilai memiliki potensi wisata yang luar biasa lantaran hampir sebagian wilayahnya dikelilingi pegunungan.

“Tahun ini Ijen didaftarkan ke Unesco Global Geopark (UGG). Pengumumannya kita tunggu di bulan Maret 2023. Kita harapkan setelah ditetapkan oleh UGG akan meningkatkan jumlah wisatawan,” ujarnya di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Bondowoso, Jawa Timur, lewat keterangan resmi, Jakarta, Minggu (15/1).

Kemudian, ada juga Desa Wisata Tirta Agung yang masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, lalu Batu So’on Bondowoso di Solor, hingga Air Terjun Niagara Mini.

“Tidak hanya wisata, Bondowoso juga memiliki komoditas kopi yang luar biasa enak, dan ada beberapa produk fesyen dan kuliner yang bisa jadi unggulan,” ucap Menparekraf

Banyaknya potensi wisata di Bondowoso disebut memerlukan sumber daya manusia andal yang mampu memimpin dan mengembangkan daerahnya sendiri.

“Di pesantren ini terdapat lebih dari dua ribu santri, Saya yakin para santri can be a good leader. Kemarin saya diundang BBC (British Broadcasting Corporation), ada pertanyaan yang disampaikan, mampukah islamic boarding school menciptakan pemimpin ke depan. Saya jawab mampu, bahkan bisa menciptakan pimpinan dan presiden Indonesia pernah dipimpin oleh seorang santri,” kata dia.

Tidak sebatas itu, lanjut Sandiaga, Proklamator Kemerdekaan Bung Karno juga pernah menjadi seorang santri. Ia menimba ilmu agama dari Minang di Sumatera sampai Cianjur di Jawa.

“Kita bangga pernah memiliki presiden yang hadir untuk para santri, yaitu Gus Dur. Bermimpilah setinggi langit Insyaallah kalian bisa menggapai bintang-bintang di langit," ungkap Sandiaga.

Baca juga: Sandi sebarkan cara komoditas kopi Bondowoso kian dikenal pasar dunia
Baca juga: Sandi gagas "event" wisata religi internasional di Situbondo
Baca juga: Sandiaga: Program santri digitalpreneur berdayakan ekonomi umat