Sandi harap pelajar di Singapura jadi mitra "endorse" sektor parekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengharapkan Persatuan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS) menjadi mitra endorse atau brand ambassador dengan pihaknya untuk mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

“Hal itu sebagai perwujudan usaha pengembangan generasi muda yang andal dan dinamis,” ujarnya saat menemui PPIS di Goodwood Park Hotel, Singapura, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Selasa.

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka mengoptimalkan potensi, peran pelajar, dan mahasiswa di luar negeri, khususnya di Singapura agar menjadi duta sektor parekraf.

Baca juga: Sandiaga mundur sementara dari sosmed beri empati kepada Ridwan Kamil

Ia menghimbau para anggota PPIS agar dapat mengkaji berbagai aspek sudut pandang parekraf di Indonesia dalam bentuk materi skripsi, tesis, dan disertasi.

“Saya pernah enam tahun tinggal di Singapura, jadi bertemu dengan mereka saya merasa sedang bernostalgia. Dari mereka inilah, saya mengharapkan sektor parekraf kita akan lebih terpromosikan di Singapura,” kata Sandiaga kepada sekitar 17 pelajar yang hadir.

Pertemuan itu dimanfaatkan para pelajar untuk memberikan sejumlah saran, di antaranya masukan agar oleh-oleh Batam dan Bintan di Kepulauan Riau diberikan tambahan kreasi. Kemudian membuat informasi online terkait sektor parekraf dengan bahasa asing, dan mengembangkan infrastruktur akses yang ramah untuk pejalan kaki atau wisatawan.

Baca juga: Menparekraf dukung KEK Nongsa Digital Park dengan semangat 3G

Termasuk, PPIS menyampaikan potensi paket liburan kelulusan ("graduation trip") ke luar negeri, namun belum dikembangkan dengan optimal di Tanah Air.

Menparekraf berjanji akan segera menindaklanjuti isu-isu tersebut dan memfasilitasi kepada kementerian/lembaga terkait.

“Kami ada program 'fam trip' ke lima destinasi super prioritas, dan kami mengajak anggota PPIS untuk ikut serta,” kata Sandiaga.

Ia mengajak mahasiswa menyukseskan Program Net Zero Carbon Emission (Nol Emisi Karbon) terutama dalam kaitannya dengan sektor pariwisata yang akan ditindaklanjuti dengan penanaman pohon bakau di Batam/Bintan.

Baca juga: Sandiaga Uno sorot mahalnya harga tiket feri Batam - Singapura

Kesekretariatan PPIS merupakan organisasi yang mewadahi kegiatan-kegiatan pelajar Indonesia di Singapura yang dibentuk pada tahun 2006 oleh tiga organisasi pencetus, yakni organisasi PINUS (National University of Singapore), PINTU (Nanyang Technological University), dan SMUKI (Singapore Management University).

Organisasi tersebut bergerak di bawah naungan Atase Pendidikan KBRI Singapura dengan fungsi mengkoordinasi organisasi-organisasi pelajar Indonesia yang tersebar di berbagai universitas dan sekolah di "negeri singa".

Kini, Kesekretariatan PPIS menaungi 12 PPI Sekolah, yakni PINTU, PINUS, SMUKI, MAPIA (PSB Academy), dan KUMIS (MDIS College).

Kemudian KUNCI (Curtin), IndoJCUS (James Cook University Singapore), PADI (Singapore University of Technology and Design), LASKAR (Nanyang Academy of Fine Arts), MURAL (LASALLE College of the Arts), dan PELIKAN (Kaplan Institute).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel