Sandi hibahkan GPS Tracker kepada 100 pelaku UMKM di Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menghibahkan GPS Tracker dari McEasy kepada 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) transportasi pariwisata yang dilakukan secara simbolis di Nusa Dua, Bali.

Dalam sambutannya Sandiaga mengatakan hibah GPS tracker merupakan salah satu upaya mendorong digitalisasi di sektor transportasi dalam rangka meningkatkan faktor keselamatan transportasi wisata.

"Ini adalah bagian dari digitalisasi UMKM transportasi agar menurunkan biaya logistik secara signifikan. Kami bekerja sama dengan GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Bali, tadi sudah kami serahkan (GPS tracker) agar membantu pelaku UMKM bisa lebih berdaya saing dan mengawal momentum kebangkitan ekonomi Bali yang tembus delapan persen," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Penyelenggaraan KTT G20 tumbuhkan ekonomi Bali 8,1 persen

Pada kesempatan yang sama Sandiaga menyempatkan berkeliling melihat stan UMKM di "Pasar Nusa Dua" yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Bali Collection.

Menparekraf mengapresiasi kegiatan "Pasar Nusa Dua" yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM memasarkan produknya secara daring dan luring.

"Konsep hybrid ini memberikan suatu berkah, karena penjualan online dan offline (produk UMKM) bisa berlangsung secara bersamaan karena semuanya sudah terkurasi dan produk-produk ekonomi kreatif ini menjadi produk-produk unggulan," ujar dia.

Baca juga: Menkop UKM apresiasi UMKM lokal dalam Future SMEs Village G20

Menurut dia, kegiatan "Pasar Nusa Dua" merupakan salah satu pilar utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yaitu mempercepat transformasi ekonomi digital.

"Kita juga harus tambahkan ekonomi digital yang berkualitas dan berkelanjutan yang no one left behind karena kalau ekonomi digital itu, konsepnya para pelaku yang bisa mendapat pemberdayaan akan langsung melesat (naik) dan yang tidak tersentuh (akses pembiayaan) akan menukik (turun). Jadi itu yang harus kita hindari, kita harus fasilitasi semuanya," ungkap Sandiaga.