Sandiaga: Aplikasi e-Voa buatan Kemenkumham permudah transaksi wisman

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Aplikasi electronic Visa on Arrival (e-Voa) mempermudah serta menghemat waktu karena wisatawan mancanegara (wisman) tidak perlu menukar mata uangnya ke mata uang rupiah untuk membayar VoA.

“Jadi, jalur transaksi yang tersedia dapat menggunakan kartu kredit atau kartu debit yang termasuk dalam jaringan Visa atau Mastercard," kata Menparekraf dalam The Weekly Brief with Sandi Uno lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Disebutkan, e-Voa diluncurkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan pariwisata Indonesia, termasuk melancarkan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Aplikasi e-Voa disebut pula akan mempermudah wisman melakukan pembayaran VoA sebelum tiba di Indonesia.

Penerapan e-Voa bakal diberlakukan secara bertahap dengan mengutamakan layanan VoA di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Untuk tahap awal, e-Voa hanya dapat diakses oleh wisman dari 26 negara teratas pengguna VoA.

Bagi WNA yang menggunakan VoA dikenai biaya Rp500 ribu, berlaku hingga 30 hari, dan dapat diperpanjang satu kali untuk mendapatkan tambahan 30 hari lagi.

“Ke depan, diharapkan penggunaan aplikasi ini dapat lebih diperluas ke lebih banyak negara yang menerima VoA karena kemudahan dokumentasi dan administrasi sangat mempengaruhi keinginan wisatawan untuk berkunjung atau berlibur ke suatu negara,” ungkap Sandiaga.
Baca juga: Bali optimistis jumlah kunjungan wisatawan pulih pada 2023

Menparekraf optimistis tingkat kunjungan wisman ke Indonesia akan terus meningkat dan mencapai batas atas target yang telah ditetapkan, yakni antara 1,8 juta sampai 3,6 juta pelancong. Optimisme tersebut tidak lepas dari adanya peningkatan kunjungan wisman ke berbagai destinasi di tanah air.

Per September 2022, kunjungan wisman meningkat 10,8 persen atau 538 ribu kunjungan dibanding periode yang sama pada tahun 2021 dengan lima negara terbesar asal pelancong dari Australia, Singapura, Malaysia, India, dan Inggris. Jika dibandingkan pada Agustus 2022, tingkat kunjungan wisman naik sebesar 5,5 persen.

"Berarti pada September ini meneruskan satu trajectory yang sangat positif. Dengan capaian pada September 2022 ini, berarti total angka (kunjungan wisman) sepanjang 2022 adalah 2,4 juta pengunjung," ujarnya.

Jika angka kunjungan wisman sebesar 500 ribu per bulan dapat dipertahankan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember, maka diharapkan target batas atas kunjungan wisman sebesar 3,6 juta pada tahun 2022 dapat terpenuhi.

"Saya mulai berandai-andai karena saya senang melihat tentang tren ke depan. Kalau misalnya kita di Oktober, November, dan Desember itu masing-masing bisa maintain di angka 500 ribu (wisman), maka kita akan dapat tambahan 1,5 juta, ditambah 2,4 juta kemungkinan kita akan mendekati angka 3,9 juta dan mudah-mudahan 4 juta. Di atas target kita, di ambang batas atas," ucap Sandiaga Uno.

Baca juga: Kunjungan wisman September 2022 naik 10.768 persen secara tahunan