Sandiaga dan Godaan Kursi Empuk PPP

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Muktamar Desember 2020 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi. Dia menyebut, memang tercetus ide dari sejumlah pengurus PPP di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dalam grup percakapan WhatsApp untuk mengajukan nama Sandiaga Uno.

"Ya, hanya obrolan informal tidak serius," kata Achmad Baidowi kepada Liputan6.com, Senin (26/10/2020).

Baidowi mengatakan, gagasan tersebut terlontar di obrolan yang memang tak serius. Ia menjelaskan mengapa ide tersebut tak bisa dianggap serius, pasalnya menurut dia ada sejumlah ketentuan bagi calon Ketum PPP yang mana itu tak terdapat pada Sandiaga Uno.

"Kenapa kami sebut tidak cukup serius, karena tidak dibarengi langkah-langkah politik konkret. Karena syarat menjadi Ketum itu harus minimal pernah satu periode di DPP atau DPW. Dan Bang Sandi (sapaan Sandiaga Uno) belum pernah menjadi pengurus PPP," ujarnya.

Karena begitu, menurut Baidowi gagasan tersebut sulit diwujudkan.

"Artinya, ya susah realisasinya," ucap dia.

Partai Gerindra merespons munculnya nama Sandiaga Uno di bursa Caketum PPP. Ketua Harian DPPGerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai, Sandiaga Uno memang mempunyai daya pikat bagi partai lain karena mempunyai basis pemilih setelah maju pada Pilpres 2019 lalu.

"Ajakan menjadi ketua umum partai lain berarti Sandi diterima dan mempunyai pemilih yang besar. Sehingga kemudian enggak cuma PPP yang menawarkan," ujar Dasco kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Namun, Dasco berharap Sandiaga tetap bersama Gerindra. Dia yakin mantan Wagub DKI Jakarta itu tidak berpaling dari Gerindra.

"Kami tetap berharap Sandi tetap menjadi keluarga besar kami dan kami yakin Sandi tidak akan menerima ajakan partai lain," ucap Dasco.

Senada dengan Dasco, Jubir Sandiaga Uno, Kawendra Lukistian yakin Sandi tidak beranjak dari Gerindra. Ia tetap berjuang bersama Prabowo Subianto di partai.

"Saya yakin Bang Sandi tetap berjuang untuk rakyat bersama pak Prabowo di Gerindra," ucapnya.

Kawendra sudah mengenal Sandiaga sejak 13 tahun lalu. Menurut dia, Sandiaga orang yang loyal dalam berjuang dan pendiriannya tidak mudah digoyang. "Insyaallah saya sangat meyakini beliau berkomitmen untuk sama-sama semakin membesarkan Gerindra ke depannya," katanya.

Dia mengungkapkan, komunikasi Sandi dengan Prabowo, Dasco, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani serta para pimpinan Gerindra lainnya sangat baik dan intens. Terlebih Istri Sandi, Nur Asia Uno juga merupakan Dewan Pembina Gerindra.

"Bang Sandi sangat sayang dan nyaman dengan Gerindra," tandasnya.

Dilirik Perindo?

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jawa Tengah Masruhan Samsurie menyebut Sandiaga Uno mempunyai reputasi yang bagus di kalangan umat Muslim.

"Bagi saya itu hal wajar saja kalau nama Sandiaga dilirik oleh sebagian orang di PPP karena kita tahu punya reputasi bagus, di samping dalam tanda petik punya perhatian di kalangan umat, itu terbukti pada agenda atau pilihan presiden kemarin, itu wajar," katanya di Semarang, Senin (26/10/2020).

Hal tersebut disampaikan Masruhan menanggapi munculnya nama Sandiaga Uno yang diusulkan maju dalam pemilihan ketua umum dalam Muktamar IX PPP mendatang.

Kendati demikian, ia mengakui Sandiaga Uno memang bukan dari organisasi keagamaan, namun konsep memajukan perekonomian umat dinilai sudah bagus.

"Saat pilpres punya konsep bagus soal ekonomi umat, itu daya tarik, jadi kami punya asumsi Sandiaga punya kepedulian pada umat, khususnya pada kapasitas dia sebagai pengusaha," ujar pria yang juga menjadi anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng itu.

Ia mengharapkan sosok Ketua Umum PPP selanjutnya harus mempunyai kepedulian yang bisa meningkatkan etos kerja partai dan jika sosok itu terkenal atau memiliki reputasi sebelumnya, maka itu hanya dijadikan penunjang.

Jauh hari, setelah Pemilu 2019 selesai dilaksanakan, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menawarkan Sandi untuk menggantikannya sebagai pimpinan partai. Perindo sendiri gagal mendapatkan kursi di Pemilu 2019.

Penawaran itu diajukan Hary Tanoe pada November 2019 lalu. Keduanya tiga kali saling bertemu di kediaman pribadi Hary Tanoe di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hary Tanoe sempat mengajak Bendahara Umum Perindo Henri Suparman kala menawari jabatan ketua umum. Nantinya, Hary Tanoe menjabat Ketua Dewan Pembina Perindo.

Hary Tanoe dikabarkan yakin dengan sosok Sandi. Selain skill kepemimpinan yang sudah terbukti, Sandi juga dinilai mampu menarik suara dari pemilih muda di Pemilu 2024 mendatang.

Saksikan video pilihan di bawah ini: