Sandiaga Dorong UMKM Optimalkan Pemasaran Digital Via Medsos

Hardani Triyoga, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyampaikan pentingnya para pelaku usaha khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar bisa mengoptimalkan media sosial. Cara ini sebagai upaya membuka akses pasar bagi produk-produknya.

Sandi menjelaskan, pembukaan akses pasar di dunia digital saat ini sudah terbilang akomodatif. Sebab, banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan seperti misalnya Facebook, Instagram, Twitter, atau bahkan TikTok.

"Ini adalah contoh-contoh sosial media yang paling sering dimanfaatkan untuk brand produk dan jasa," kata Sandi dalam telekonferensi, Selasa 13 April 2021.

Meski demikian, Sandi menegaskan agar para calon konsumen akan tertarik untuk melihat iklan hingga membeli produk UMKM tersebut, apabila didukung dengan pola pemasaran yang kreatif.

"Kami di Kemenparekraf mendukung pemasaran yang kreatif sebagai strategi pemasaran produk dengan menggunakan media berbasis digital, dan penambahan unsur inovasi serta kreasi," jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya melihat bahwa ke depannya ide-ide untuk mempromosikan sebuah produk di ranah digital seperti di medsos, harus selalu segar dan inovatif.

"Sehingga pemasaran produk harus menjadi lebih berwarna dan sebagai pembeda dengan kompetitor lain," kata Sandi.

Dia pun merinci bahwa personalisasi, kontekstualisasi, dan dinamisme merupakan aspek-aspek kunci pemasaran kreatif dari suatu usaha. Maka itu, Kemenparekraf pun aktif mendukung para pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk menghadapi tantangan pandemi COVID-19 dan persaingan global melalui langkah inkubasi dan fasilitasi.

Untuk mendukung hal tersebut, Sandi mengaku Kemenparekraf telah menyiapkan program Baparekraf Digital Enterpreneurship (BDE), sebagai salah satu program untuk menyasar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

"Karena digitalisasi adalah keniscayaan. Tentunya digitalisasi yang keren, dimulai dari pencatatan keuangan, pencatatan stok, pemasaran, dan lain sebagainya. Jadi jangan hanya jualannya saja secara online, tapi dari perencanaan produksi dan sistem bisnisnya juga harus dilakukan secara online," ujarnya.