Sandiaga Dukung Inovasi Pangan ala Warga Rusun Pengadegan

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Relawan Indonesia Bersatu (RIB) Lawan COVID-19 bersama Kelompok Tani Hidrofresh 2 Rusunawa Pengadegan, Jakarta Selatan, melakukan inovasi pertanian seperti menggunakan sistem budidaya sayuran dan ikan dalam ember atau aquaponik budikdamber.

Menerapkan sistem urban farming, 26 anggota kelompok tani mencoba memenuhi kebutuhan pangan mandiri kala dampak pandemi COVID-19 melanda perekonomian mereka. Relawan Indonesia Bersatu inisiatif menyokong kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan warga Rusunawa Pengadegan dan sekitarnya.

Meski keterbatasan lahan, ruang sempit pun disulap menjadi hijau produktif dengan menanami tanaman pak coy, kangkung, bayam, seledri dan budidaya ikan. Sehingga, warga sekitarnya bisa mendapatkan sayuran murah dan ikan berkualitas setiap harinya.

Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19, Sandiaga Uno menyambut baik gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya ikan yang terintegrasi sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.

"Kalau harga bahan pangan ini melonjak, tentu semua terdampak. Makanya, urban farming ini sangat cocok diterapkan warga," kata Sandi di Rusunawa Pengadegan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 November 2020.

Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong-royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.

"Tetap produktif menemukan ide-ide baru dan segar agar bertahan dalam kesulitan,” jelas dia.

Kemudian, kata Sandi, Relawan Indonesia Bersatu juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, RIB juga memberikan bantuan mesin pembuat donat, mesin pendingin serta blender untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro yang dikembangkan UMKM Poktan Hidrofresh 2.

“Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga dapat berperan membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Hidrofresh 2 Pengadegan, Saparno mengatakan modal awal untuk membuat urban farming ini urunan swadaya sesama anggota dengan membikin dua kolam ikan budidaya. Meski sederhana, metode akuaponik budikdamber butuh keterampilan khusus agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

“Keterbatasan modal dan sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok maupun warga sekitar yang membutuhkan. Semoga warga sekitar sini bisa mendapatkan sayuran murah dan ikan berkualitas setiap harinya," kata dia.

Baca juga: Karyawan Pabrik Besi di Bekasi Mengaku Disekap oleh Bosnya