Sandiaga: Indonesia memiliki kedekatan dengan Turki

·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan Indonesia memiliki kedekatan dengan Turki yang menghasilkan berbagai kerja sama, salah satunya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Saat dirinya menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia Askin Asan untuk membahas potensi dan perluasan kerja sama di bidang parekraf, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, Sandiaga menyatakan berbagai kerja sama juga telah dilakukan di berbagai bidang mulai ekonomi hingga peningkatan perdagangan, investasi (infrastruktur, energi, dan manufaktur), dan pariwisata.

Pada tahun 2019, jumlah wisatawan Turki ke Indonesia mencapai 23.883 orang. Jumlah itu meningkat hingga 14,5 persen atau 3.022 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 20.861 orang.

Karena itu, Menparekraf mendorong adanya penerbangan langsung dari Istanbul menuju Denpasar, Bali.

“Kami mendorong maskapai Turkish Airline untuk terbang langsung dari Istanbul ke Bali, setelah itu bisa dilanjutkan lagi ke Australia dan begitu juga sebaliknya. Hal itu karena demand wisatawan Australia sangat besar, dan diperlukan penambahan penerbangan,” ujarnya.

Dia juga membahas tentang serial di Indonesia, Layangan Putus, yang memperkenalkan salah satu kota di Turki yaitu Cappadocia dan banyak diperbincangkan masyarakat Tanah Air.

“Cappadocia happening banget di sini. Untuk itu saya ingin mengundang perwakilan dari operator hot air balloon di sana untuk berkolaborasi dan menghadirkannya di Indonesia, sehingga para wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke Cappadocia cukup di Indonesia saja,” ujar Sandiaga.
Baca juga: Menlu RI: Turki tegaskan dukungan kuat bagi Presidensi G20 Indonesia
Baca juga: Megawati angkat kearifan lokal Indonesia di forum iklim Turki

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel