Sandiaga Jadikan Danau Toba Ikon Pariwisata Baru, Ini Rencananya

Fikri Halim, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVAMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku tengah menyiapkan kawasan Danau Toba menjadi ikon pariwisata baru di Indonesia. Untuk itu, segala infrastruktur dan fasilitas pariwisata akan dikebut untuk selesai dalam waktu dekat ini.

"Selama setahun ke depan ini, apa yang bisa kita lakukan pilot project dan trial. Sehingga nanti ketika dibuka kita sudah siap menjadi ikon baru di pariwisata Indonesia," ungkap Sandi saat berkunjung di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu siang, 30 Desember 2020.

Baca juga: FPI Bubar, Muncul Front Pejuang Islam

Sandiaga menjelaskan, Danau Toba harus menjadi pariwisata berbasis keindahan alam, sport tourism, dan budaya. Hal ini, menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan akan berkunjung ke danau terbesar di Asian Tenggara ini, ke depannya.

"Sehingga setelah pandemi, kita semua siap dengan produk-produk ekraf (ekonomi kreatif)-nya, destinasinya, kegiatannya, event-nya. Terutama tadi saya terpikir soal kegiatan berbasis olahraga, wisata berbasis alam, yang juga mengandung kelestarian budaya kita," jelas Sandiaga.

Dia mengungkapkan, fokus pemerintah tahun 2021 di kawasan Danau Toba, bukan saja infrastruktur. Tapi, persiapan dan peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sektor pariwisata.

"Ini bagian daripada tugas dari Pak Presiden. Jangan hanya berpikir infrastruktur. Tapi kesiapan dari segi talenta, SDM, produk Ekraf. Karena, ada 17 subsektor yang harus kita siapkan. Juga event-nya. Bahwa kita harus siapkan Calendar of Event," tutur Sandiaga.

Meski terpuruk dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, Sandiaga optimis pemerintah Indonesia dapat mengarahkan kembali dunia pariwisata tanah air. Langkah-langkah dan kebijakan itu dibuat demi kesejahteraan masyarakat.

"Karena kita ingin menggairahkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif. Agar membuka lapangan kerja supaya masyarakat di sini bisa sejahterakan," ujar Sandiaga. (ase)

Baca juga: Beda dari 1998, Airlangga Pede Krisis COVID-19 Setahun Tertangani