Sandiaga: Kami sedang bahas visa bagi pekerja jarak jauh

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan sedang menggodok pembahasan tentang pemberian visa digital nomad atau visa bagi pekerja jarak jauh (remote) bagi Warga Negara Asing (WNA) dan pelancong bisnis bersama lintas kementerian/lembaga terkait.

"Pasca pandemi COVID-19 dan digitalisasi, banyak sekali keinginan remote worker atau digital nomad untuk tinggal di Bali dan di destinasi wisata lain di Indonesia,” ungkap Menparekraf dalam Weekly Press Briefing yang dipantau secara virtual, Jakarta, Senin.

Berdasarkan survei Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 95 persen dari pekerja remote menjadikan Indonesia khususnya Bali sebagai tujuan pertama untuk pekerjaan jarak jauh.

Lebih lanjut, banyak perusahaan seperti Airbnb yang disebut mengizinkan karyawan mereka untuk bekerja dari mana saja (work from anywhere).

Baca juga: Sandiaga prediksi puncak kedatangan wisman ke RI di Juli-Agustus 2022

“Ini menjadi suatu keniscayaan bahwa kita harus mempercepat penerbitan visa digital nomad. Menurut saya, 2022 menjadi tahun yang tepat untuk menerbitkan suatu inovasi, dan inovasi ini adalah game changer, visa digital untuk para remote worker,” ucapnya.

Visa digital nomad direncanakan dapat berlaku selama lima tahun guna menarik wisatawan menikmati pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia dengan lama tinggal jauh lebih panjang serta kualitas belanja yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

"Long term visa juga diharapkan menyasar silver economy, yaitu WNA yang mungkin saat musim dingin memiliki preferensi untuk tinggal di Bali atau di destinasi lainnya karena memiliki iklim yang lebih bersahabat,” kata dia.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno apresiasi Vespa World Days 2022 di Bali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel