Sandiaga Pede 5 Tahun Kedepan Parekraf Kontribusi ke PDB 10-12 Persen

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif atau parekraf terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan mencapai 10-12 persen dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Saat ini kontribusi sektor parekraf terhadap PDB sekitar 4,3 persen. Saya menargetkan 5-10 tahun lagi kontribusinya bisa mencapai 10-12 persen dari PDB,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk 'Reimagining The Future of Indonesia' di Jakarta, Senin 22 Maret 2021.

Sandiaga menyebutkan kini target Kemenparekraf tak lagi berfokus pada jumlah wisatawan yang hadir, melainkan meningkatkan kualitas dan mengandalkan wisatawan Nusantara.

“Selama ini kita kan selalu memasang target berapa banyak jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia. Saya ingin mengubah target itu dari quantity menjadi quality. Kami juga tidak mau hanya mengandalkan kepada wisatawan mancanegara tapi juga harus menambah jumlah wisatawan nusantara,” ujar Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Untuk mencapai target tersebut, kata Sandiaga, Kemenparekraf melakukan dua kampanye nasional yaitu Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Karena itu, Kemenparekraf perlu berkolaborasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan media untuk bisa kembali membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mempunyai lima destinasi Bali baru yang diharapkan bisa mempercepat pemulihan industri pariwisata.

“Jadi, kita tetap berharap jumlah wisatawan ke Bali tetap meningkat namun, dengan adanya lima Bali baru ini bisa menambah jumlah wisatawan. Jadi lima Bali baru ini tidak mengambil kuenya Bali tapi justru untuk memperbesar jumlah wisatawan sehingga bisa memperbesar kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap PDB,” katanya.

Ia optimistis kebangkitan industri pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini akan membantu pemulihan ekonomi nasional. Karena industri pariwisata itu adalah baecons of hope yang bisa membuka peluang tenaga kerja.

Selain itu, pariwisata termasuk salah satu sektor yang terkena dampak paling parah dari pandemi COVID-19. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun dari 16 juta pada 2019 menjadi 4,08 juta pada 2020 atau sebanyak 75 persen.

Kemudian pada 2019 devisa sektor pariwisata mencapai US$16,9 miliar. Namun, pada 2020 turun drastis menjadi US$3,54 miliar. Begitu juga jumlah tenaga kerja pariwisata juga mengalami penurunan menjadi 13,97 juta orang pada 2020 dari sebelumnya 14,96 juta orang pada 2019. (ant)