Sandiaga sebut produk emping Desa Cikolelet miliki daya saing tinggi

·Bacaan 1 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan produk emping di Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, memiliki daya saing tinggi sehingga dapat dipasarkan ke pasar internasional

“Jadi, kita akan kembangkan produk emping di Desa Cikolelet, tidak hanya empingnya saja, tapi kulitnya juga kita inovasikan, karena kulit melinjo ini bisa dipakai untuk obat asam urat,” ujarnya ketika mengunjungi Desa Cikolelet sebagaimana dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu.

Selain itu, disebutkan bahwa banyak produk ekonomi kreatif yang dihasilkan dari desa ini. Seperti produk susu kambing etawa, budidaya dan olahan jamur, kerajinan atap daun rumbia, olahan limbah, penyulingan minyak kelapa, dan budidaya burung puyuh.

Tradisi-tradisi yang beragam di Desa Cikolelet dikatakan turut memiliki daya tarik wisatawan.

Salah satu tradisi di desa tersebut ada Ngurah Danau, yaitu sebuah tradisi membersihkan danau yang diadakan setahun sekali dengan partisipasi seluruh masyarakat ke dalam danau yang mulai mengering dan mengambil ikan.

“Kita harus melestarikan nilai budaya luhur, karena ini warisan yang akhirnya dapat mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di sini,” terang dia.

Deretan keunggulan sentra ekonomi kreatif ini mengantarkan Desa Wisata Cikolelet masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

“Mudah-mudahan desa wisata ini terus berkembang dan menjadi saluran untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Menparekraf.

Baca juga: Menparekraf ajak masyarakat lestarikan dan kembangkan batik bersama

Baca juga: SDM dan digitalisasi solusi bangkitkan pariwisata saat pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel