Sandiaga Ungkap Daftar Negara G20 yang Berminat Investasi Pariwisata di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sejumlah negara anggota G20 berminat investasi di sektor pariwisata Indonesia. Diperkirakan akan ada suntikan dana segar untuk sektor ini hingga USD 8 miliar dolar.

"Ini ada USD 6 miliar-USD 8 miliar untuk investasi (sektor pariwisata) sampai akhir tahun 2030," kata Sandiaga dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (28/9) malam.

Sandiaga menuturkan momentum kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 menjadi waktu yang tepat untuk menarik investasi asing masuk ke Tanah Air. Beberapa negara yang telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, India, Rusia, Spanyol dan beberapa negara peserta lainnya.

"Beberapa negara yang ada di G20 sekarang dalam proses penawaran investasi berbasis green tourism. Ini bukan sekedar peluang tetapi juga potensi pengembangan green tourism atau wisata berkelanjutan," ungkap Sandiaga.

Pemerintah Sudah Tawarkan Ke Investor Domestik

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) ini mengatakan proses investasi ini harus direspon dengan cepat dan melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali investor dalam negeri untuk turut terlibat aktif dalam realisasinya.

"Semua pihak termasuk investor dalam negeri dan investor regional yang belum investasi aktif di sektor pariwisata," kata dia.

Sandiaga menilai investor dalam negeri seharusnya tidak boleh ketinggalan untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Alasannya, sektor pariwisata menjadi sektor yang pulih lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.

"Pariwisata ini pulihnya 2 kali lebih cepat," kata dia.

Dia melanjutkan, bila peluang ini tidak diambil oleh pengusaha Indonesia, maka akan diambil alih oleh investor asing. Untuk itu, dia meminta investor dalam negeri segera mengambil peluang yang optimal agar tidak menyesal di kemudian hari.

"Jangan sampai kita disalahkan. Kita sudah buka kesempatan, kita dorong pelaku usaha dalam negeri ini," kata dia.

Pemerintah ingin memanfaatkan momentum sekarang untuk kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata. Sebab, sektor ini menjadi mesin ekonomi untuk meningkatkan kinerja keuangan, pembukaan lapangan kerja hingga dampak positif terhadap lingkungan dengan mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Sehingga dibutuhkan dana segar dari investasi untuk mewujudkannya.

"Dengan green tourism ini dampaknya positif untuk lingkungan yang berkelanjutan dan secara ekonomi juga," pungkasnya. [ray]