Sandiaga: "Unique selling point" miliki peran penting dalam produk

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan unique selling point/USP atau faktor dari penjual sebagai alasan produk atau jasa mereka lebih baik dari kompetitor memiliki peran penting dalam kehadiran sebuah produk.

“Bentuk unique selling point yang ditawarkan bisa berupa pemberian label nama brand,” kata Menparekraf dalam kegiatan “Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif (Widuri Ekraf) di Lombok” secara hybrid, di Jakarta, Rabu.

Dalam hal ini, ia mendorong pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Mandalika Nusa Tenggara Barat untuk menggali UPS produk terutama saat masuk ke dalam ekosistem digital. Sehingga, produk yang dihadirkan dapat meningkatkan minat beli masyarakat dan modal dari para investor.

Pelaku turut dituntut lebih inovatif, adaptif, berani mengambil risiko, dan memiliki keterampilan lunak (soft skills) yang mumpuni seperti teknik berkomunikasi, negosiasi, serta promosi.

“Pelaku usaha tentu tidak menjadi kaum rebahan, tetapi menjadi agen perubahan dengan mengambil risiko, punya mindset untuk bisa memulai usaha dan keluar dari zona nyaman, serta pelajari segalanya dengan komprehensif.” ujarnya.

Tahun lalu, kontribusi ekraf terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sudah menembus 60 persen atau berkisar Rp1.154,4 triliun. Nantinya, sumbangan sektor itu diprediksi mencapai 65 persen pada 2024/2025 mendatang.

Meskipun demikian, tantangan yang masih menyelimuti sektor tersebut ialah 77,3 persen UMKM belum terdigitalisasi, 83,32 persen belum berbadan hukum, 89 persen belum memiliki merek atau brand, dan Hak Kekayaan Intelektual.

Kemudian juga 92,4 persen masih menggunakan modal sendiri atau belum mendapat akses pembiayaan, dan 92,6 persen penghasilannya di bawah Rp1 juta per hari.

“Oleh karenanya, kita dorong ke depan agar produk UMKM kita bisa lebih kreatif, unik, memiliki dampak sosial dan ekonomi, serta memiliki potensi market yang tinggi. Jangan lupa digitalisasi, sehingga produk-produk UMKM harus masuk ke dalam ekonomi digital dalam konsep Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI),” ungkap Sandiaga.

Pada tahun ini, Gernas BBI menargetkan 17,2 juta UMKM on boarding di e-commerce dengan target kolaborasi kementerian/lembaga dan BUMN sebesar Rp400 triliun sehingga 30 juta UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem digital pada tahun 2023.

Bringing back tourism means bringing back economy. Jadi kalau kita bangkitkan pariwisata, InsyaAllah pariwisata di Mandalika NTB dengan desa-desa wisata mulai dari Sembalun sampai ke Senaru, Bilibantem dan Sukarara memiliki multiplier effect untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,” ucap dia.

Baca juga: Sandiaga minta peserta BBTF 2022 promosikan pariwisata berkualitas

Baca juga: Sandiaga prediksi puncak kedatangan wisman ke RI di Juli-Agustus 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel