Sandiaga Uno ajak investor berinvestasi di destinasi super prioritas

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para investor asing berinvestasi di lima destinasi super prioritas (DSP) dan delapan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata yang ada di Indonesia.

"Dari delapan KEK ini, semua mentargetkan investasi antara 6 sampai 8 miliar dolar AS yang akan menciptakan total 2,3 juta lapangan kerja dan kita berharap selain daripada delapan KEK, ada 12 sustainable tourism projects yang kita tawarkan dan 21 investor hadir di sini akan mendapatkan pilihan itu," kata Sandiaga saat menghadiri kegiatan Global Tourism Forum-Annual Meeting (GTF-AM) 2022 di Jimbaran, Badung, Bali, Kamis.

Lima DSP yang dimaksud Menteri Sandiaga Uno adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo, sementara delapan KEK pariwisata meliputi Morotai, Singosari, Tanjung Lesung, Likupang, Lido, Nongsa, Tanjung Kelayang dan Mandalika.

Dalam forum yang diselenggarakan oleh Indonesia Tourism Forum (ITF) dengan World Tourism Forum Institute (WTFI) tersebut, Sandiaga Uno menyatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan para investor untuk menciptakan dan memperbanyak lapangan pekerjaan baru.

"Kami di pemerintahan memiliki tugas untuk lima destinasi super prioritas dimana untuk danau Toba, Borobudur dan Labuan Bajo, badan otoritanya hadir di sini untuk siap bekerja sama karena lahannya bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta dan untuk dua destinasi super prioritas yang ada dalam lingkup special economy zone, Mandalika dan Likupang juga hadir di sini untuk menarik minat daripada para investor untuk membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja," kata Sandiaga.

Dirinya memastikan pihaknya saat ini terus berupaya menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dan fokus kepada penciptaan lapangan kerja baru. Bahkan dia optimis, dengan kolaborasi dengan para investor yang hadir, target investasi dan lapangan kerja yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat tercapai.

"Saya sangat yakin melalui global tourism forum ini akan tercipta suatu terobosan sehingga target penciptaan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja tahun 2024 bisa tercapai," kata dia.

Sandiaga Uno menjelaskan ada tiga hal yang sangat mengena dengan Global Tourism Forum dengan kerjasama internasional Konferensi Tingkat Tinggi G20 yakni fleksibilitas dalam kebijakan, stabilitas makro ekonomi, investasi terutama berkaitan dengan kemajuan dari beberapa sektor yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dan juga sustainabe development goals.

"Ini semua tercakup dalam global tourism forum. Jadi, dari deklarasi kemarin, kita kerucutkan ada empat yang bisa kita wujudkan di sini dan kita harapkan juga tadi penyampaian pesan dari bapak Presiden Joko Widodo agar kita hentikan perang, hentikan kekerasan karena alasan kemanusiaan untuk kebangkitan kita dan juga masalah pangan dan energi," kata dia pula.

Dia juga mengatakan Presiden Jokowi mengharapkan mereka (para investor) untuk tinggal lebih lama di Indonesia, di Bali dan juga lima destinasi super prioritas untuk mendorong bangkitannya sektor ekonomi.

Sementara itu, Chairman ITF Sapta Nirwandar mengatakan 21 orang investor yang hadir dalam forum Global Tourism Forum tersebut tidak hanya bicara tentang masa depan pariwisata dari sisi kebijakan semata atau hanya sebatas forum diskusi, tetapi 21 Investor dari luar datang ke Indonesia untuk memulai membicarakan kerja sama dengan delapan Kawasan Ekonomi Khusus.

Dia berharap tema Recover Together Recover Stronger membawa prospek bisnis bagi pekerja pariwisata terutama bagi 200 orang pengusaha bidang pariwisata yang hadir dalam forum tersebut.

"Dari 21 investor, kemungkinan akan bertambah dan mereka juga menawarkan beberapa program yang baru termasuk digital dan lainnya seperti metavers. Ini tanda mereka conviden terhadap industri pariwisata Indonesia yang kuat," kata dia.

Di sisi lain, Ketua World Tourism Forum Institute (WTFI) Bulut Bagci menyampaikan apresiasi terhadap langkah Menparekraf Sandiaga Uno yang telah memfasilitasi serta mendukung kegiatan yang berlangsung pada 17-18 November 2022.

"Kami berkumpul bersama para investor asing dan lokal membahas isu prioritas dalam G20 yakni pariwisata berkelanjutan dengan motto Recover Together Recover Stronger. Kami berharap setelah pertemuan GTF 2022, kita bisa pulih bersama dan melanjutkan dengan kerja sama yang berkelanjutan," kata dia.

Dirinya mengakui Indonesia memiliki banyak pekerja dan diharapkan dengan ketersediaan tenaga tersebut dapat dimanfaatkan oleh forum tersebut dengan membawa lebih banyak investor dari berbagai macam platform khususnya yang bergerak pada sektor pariwisata.

Baca juga: Menparekraf harapkan Global Tourism Forum berikan solusi pariwisata
Baca juga: Menparekraf: Perhelatan KTT G20 jadi awal kebangkitan pariwisata Bali
Baca juga: Penyelenggaraan KTT G20 tumbuhkan ekonomi Bali 8,1 persen