Sandiaga Uno akan Jadikan Danau Sentani Ikon Indonesia Timur

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berencana menjadikan Danau Sentani menjadi ikon Indonesia wilayah Timur.

Hal ini menjawab permintaan dari Bupati Kabupaten jayapura, Mathius Awoitauw. Dia mengatakan jika demi mewujudkan harapan seluruh warga Papua, Sandiaga Uno dapat mencanangkan Danau Sentani menjadi ikon Indonesia Timur.

Danau Sentani dinilai dibangun layaknya Danau Toba yang berada di wilayah barat Indonesia. "Kalau di Indonesia barat ada Danau Toba yang menjadi Ikon Indonesia, Danau Sentani kami harapkan dapat menjadi ikon Indonesia di bagian timur Nusantara," ujar Mathius.

Harapan Mathius pun segera dijawab Sandiaga Uno yang memastikan jika dirinya segera mencanangkan Danau Sentani kini menjadi ikon Indonesia bagian timur.

"Kita canangkan Danau Sentani menjadi Ikon Indonesia bagian timur," ujar Sandiaga Uno dibalas riuhnya tepuk tangan dan teriakan warga Kabupaten Jayapura.

Ini diungkapkan Sandiaga saat mengunjungi Desa Wisata Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (21/9/2021).

Saat kunjungannya, Sandiaga mengingatkan jika kekayaan alam dan keragaman budaya di tanah Papua menjadi modal kebangkitan ekonomi masyarakat.

Lewat literasi yang dihadirkan di Kabupaten Jayapura, kepulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mampu menjadi jawaban atas harapan warga Papua.

Dirinya yang ditemani sang istri, Nur Asia menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Desa Wisata Kampung Yoboi sebagai 50 desa wisata terbaik se-Indonesia.

Desa yang berada di atas Danau Sentani itu dinilainya mampu menghadirkan pengalaman unik bagi siapapun yang berkunjung ke sana.

Pengalaman itu pun diperkuat dengan aktifnya peran serta masyarakat, khususnya kaum ibu yang berinisiatif membangun Taman Literasi di Desa Wisata Kampung Yaboi.

"Kita lihat beberapa daya tarik, ada festifal sagu dan Taman Gizi. Saya juga sangat tergugah tadi melihat Mamah Hani dengan Taman Literasinya," ungkap Sandiaga Uno.

"Jadi ini adalah kearifan lokal, ada wisata edukasi sekaligus wisata alam, dan kita juga belajar wisata budaya," jelasnya.

Lewat strategi promosi yang tepat, lanjutnya, Desa Wisata Kampung Yoboi serta sejumlah desa wisata lainnya di Provinsi Papua bisa lebih dikenal.

Sejurus dengan harapan dari Mamah Hani, desa-desa wisata tersebut pun diyakini Sandiaga Uno dapat menjadi tujuan utama dari para wisatawan, khususnya wisatawan Nusantara.

"Terima kasih dan selamat sebagai 50 desa wisata terbaik Desa Wisata Indonesia Bangkit, buka lapangan kerja seluas-luasnya, gerakkan ekonomi masyarakat," ungkap Sandiaga Uno.

"Dari desa-desa inilah potensi-potensi destinasi-destinasi wisata terbaik di Indonesia timur akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat," ujarnya penuh harap.

Bangun Papua dari Desa

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno  saat mengunjungi Desa Wisata Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (21/9/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Desa Wisata Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (21/9/2021).

Bupati Kabupaten jayapura, Mathius Awoitauw menyampaikan Desa Wisata Kampung Yoboi merupakan satu-satunya desa di Provinsi Papua yang mendorong Wisata Dusun Sagu dan Wisata Unik Perkampungan yang ada di atas danau.

"Semua aktivitas apapun itu berlangsung di atas danau, mulai dari beribadah, sekolah dan lainnya," ungkap Mathius.

Terpilihnya Desa Wisata Kampung Yoboi sebagai 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia diungkapkannya sangat membanggakan masyarakat.

Sebab dengan keterbatasan yang luar biasa, Desa Wisata Kampung Yoboi terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

"Ini satu tantangan bagi kami semua bahwa keterbatasan bukan segalanya, tapi anak-anak muda bisa ciptakan kreatifitas yang unggul dengan cara mereka sendiri," ungkap Mathius.

"Saya terus terang saja, mereka jadi viral di mana-mana, itu bukan karena orang kota, bukan oleh pemerintah, tapi karena mereka semua sendiri di sini," ujarnya.

"Dan mungkin ini cara yang terbaik untuk membangun Papua, bukan dari kota, tapi dari kampung memberi pelajaran berharga untuk mereka yang tinggal di kota," harap Mathius.

Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh anak Papua untuk kembali ke kampung adat. "Kita mulai dari kampung untuk bangun Papua," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel