Sandiaga Uno Bantah Pemerintah Komersialisasi Pariwisata Candi Borobudur

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno membantah jika kenaikan tarif tiket wisata Candi Borobudur Rp750.000 sebagai upaya komersialisasi. Kenaikan tiket masuk tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian dan menjaga konservasi Candi Borobudur sebagai cagar budaya.

Diketahui, pemerintah sepakat untuk menunda rencana penyesuaian tarif tiket masuk kawasan Candi Borobudur sebesar Rp750.000 bagi wisatawan yang hendak menaiki area Stupa. Untuk itu, pemerintah membuka peluang untuk diterapkannya skema pembatasan kuota hingga penetapan tarif guna melindungi area Stupa Candi Borobudur.

"Kita perlu bergandengan tangan dan jangan saling caci maki apalagi ada anggapan ini untuk komersialisasi. Justru kita fokusnya untuk menjaga Candi Borobudur yang sangat kita cintai ini," kata Sandiaga dalam konferensi pers di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (13/6).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan rencana kenaikan tarif bukanlah harga tiket masuk kawasan Candi Borobudur, melainkan tiket untuk bisa masuk ke area stupa. Rencana tersebut juga akan dikaji dan dibahas bersama dengan para pihak yang berkepentingan.

"Kami akan kaji bersama dengan pengelola taman wisata, balai konservasi. Pentahelix dengan pelaku UMKM dan termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di sekitar," kata dia.

Pengkajian tersebut diharapkan bisa menghasilkan keputusan bersama yang bisa menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup masyarakat di sekitar. Termasuk bagi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas pemerintah.

"Kami tidak ingin tidak berempati dengan masyarakat yang membutuhkan tambahan penghasilan," kata dia.

Sebagai gantinya, pemerintah saat ini telah menciptakan pola kegiatan baru yang bisa dinikmati para pelancong Candi Borobudur. Salah satunya dengan menikmati museum 3 Dimensi yang memberikan pengalaman para wisatawan naik ke stupa candi dengan menggunakan teknologi.

"Museum 3D ini memberikan kesempatan buat naik ke stupa candi tapi sambil duduk di pelataran dan membaca relief dari candi yang penuh dengan kearifan lokal," kata dia.

Pengembangan teknologi ini kata dia sebagai upaya pemerintah menjaga dan memastikan kelestarian Candi Borobudur. "Pemerintah akan memastikan segala daya dan upaya untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur," pungkasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel