Sandiaga Uno: Gernas BBI Bisa Buka 2 Juta Lapangan Kerja Baru

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebut bahwa Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dapat menciptakan 2 juta lapangan kerja baru, dan mampu membangkitkan ekonomi.

"Kami percaya Gernas BBI akan menciptakan 2 juta lapangan kerja baru. Saya garis bawahi 2 juta lapangan kerja baru akan membangkitkan ekonomi, menambah pertumbuhan ekonomi sampai 1,7 sampai 2 persen," kata Sandiaga Uno dalam Afirmasi Pembelian & Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia, Senin (25/4).

Menurutnya, Gernas BBI ini membuka kesempatan bagi para UMKM, koperasi, dan para pelaku usaha untuk mengambil peluang usaha. Karena, aksi afirmasi ini betul-betul berpihak kepada pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri.

"Saya ingin menggarisbawahi atas arahan Presiden Jokowi bahwa sejak diluncurkan 14 Mei 2020- Februari 2022 BBI telah mencapai 57 persen dari target 30 juta UMKM yang onboarding pada marketplace di akhir tahun 2023," ujarnya.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar bisa menampilkan 1 juta produk UMKM di e-katalog LKPP pada 2022.

Sandiaga mengatakan, tim gernas BBI terdiri dari 29 Kementerian Lembaga. Ini sebuah kolaborasi yang sangat kolosal, 12 di antaranya dipilih sebagai campaign manager, dan akan dilaksanakan roadshow Gernas BBI ke berbagai provinsi.

Adapun hingga bulan April ini telah dilaksanakan Gernas BBI, di Jambi, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Selanjutnya, Gernas BBI akan dilaksanakan di Bangka Belitung.

Transaksi Rp500 Triliun

Sandiaga menilai, gernas BBI ini berpotensi menghadirkan transaksi pembelian produk dalam negeri sebesar Rp500 triliun dan potensi belanja BUMN sampai dengan Rp420 triliun.

"Sesuai dengan pertemuan di Bali yang Bapak Ibu juga dihadiri, Komitmen belanja PDN pemerintah terhadap produk UMKM kita harapkan akan mencapai Rp483,2 triliun, kita semakin dekat untuk mencapai target, karena deadline adalah 31 Mei 2022 siap semua," ujarnya.

"Mari kita realisasikan komitmen-komitmen ini dari komitmen menjadi kontrak, jangan komitmen-komitmen saja jangan sampai PHP, jangan sampai janji tinggal janji, tapi harus jadi kontrak pengadaan barjas pemerintah dan semua tercatat di kontrak e-kontrak LKPP," tutup Sandiaga Uno. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel