Sandiaga Uno Harap Munas Kadin Tingkatkan Kolaborasi Bersama

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, netral dalam suksesi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2021-2026. Ketua baru itu menggantikan Rosan Perkasa Roeslani yang akan menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

Dia menegaskan, yang paling terpenting dari suksesi tersebut adalah para calon ketua umum yang terpilih bisa meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah. Sebab, ini menurutnya telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987.

"Tentu kita netral dukung siapa pun yang teman-teman pilih," kata dia dalam silaturahmi dan diskusi dengan perwakilan Kadin dan asosiasi sektor Pariwisata, Rabu, 19 Mei 2021.

Baca juga: 5 Masalah Pembayaraan THR 2021 yang Paling Banyak Dialami Pekerja

Akibat adanya amanat UU tentang Kamar Dagang dan Industri tersebut, Sandi menegaskan bahwa kedudukan antara Kadin dan Pemerintah dalam menggerakkan perekonomian nasional adalah mitra yang sejajar. Karenanya. Kerja sama yang baik harus dipertahankan.

"Dan sebagai mitra kami harap munas (Musyawarah Nasional) yang diselenggarakan di Bali bisa mampu meningkatkan kinerja kolaborasi kita bersama," tegas Sandi.

Sandiaga mengatakan, Munas Kadin tersebut harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Tujuannya, supaya bisa menjadi percontohan dalam munas-munas organisasi besar lainnya.

Selain itu, dia menyambut baik langkah yang diambil Kadin untuk menyelenggarakan munas di Bali. Ini karena setelah sekian lama pulau tersebut dikatakannya tertekan secara ekonomi akibat adanya Pandemi COVID-19.

"Protokol kesehatan sangat ketat dan disiplin libatkan ribuan kamar dan munas pertama yang multistage, hybrid dan kita jara jadi contoh penyelenggaraan munas organisasi besar," paparnya.

Sandiaga menekankan, protokol kesehatan ini penting diterapkan selama munas karena selama pandemi 72 persen pelaku UMKM mengalami penurunan kinerja dan menekan 34 juta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang 90 persen nya adalah UMKM.

"Jadi memang kelihatannya pariwisata itu megah, ekonomi kreatif inovatif. Tapi, sebetulnya mereka pelaku UMKM dan kami harap chord kita dengan asosiasi dan anggota luar biasa Kadin bisa kita tingkatan," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel