Sandiaga Uno: Pariwisata Bandar Lampung Berpotensi Buka 2 Juta Lapangan Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyebut bahwa wisata di Kota Bandar Lampung dapat berkontribusi menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II-2022, Sandi menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Kota Bandar Lampung mencapai 5 persen.

Sandi mengatakan, potensi wisata dari Kota Bandar Lampung seperti kriya, kuliner, dan fesyen, memiliki kualitas yang sangat tinggi. Sehingga, dengan adanya peran antara pemerintah daerah dan masyarakat potensi tersebut akan menjadi unggulan kota Bandar Lampung.

"Ini produk-produknya memiliki kualitas yang sangat tinggi dan jika ada keberpihakan dari pemerintah kita bisa menciptakan 2 juta lapangan kerja baru dan 1,7 persen tambahan pertumbuhan ekonomi. Ini kita mulai dari Kota Bandar Lampung yang tahun ini kuartal ke II tumbuhnya di atas lima persen," ujar Sandi, Senin (29/8).

Melihat dampak dari potensi wisata Kota Bandar Lampung, Sandi mengajak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif setempat, untuk bergabung dalam ekosistem produk dalam digital. Terlebih lagi, pemerintah menargetkan pada 2030 ada 30 juta pelaku UMKM sudah masuk dalam ekosistem digital.

"Peningkatan keterampilan up skilling, re-skilling, dan new skilling akan terus dilakukan," ucapnya.

"Dan kami akan memberikan pelatihan dan pendampingan sampai kepada pembiayaan, bekerja sama dengan pemerintah kota dan stakeholders," sambungnya.

Pesan Presiden Joko Widodo

Dia kemudian mengulang kembali pesan President Joko Widodo agar fokus ekonomi saat ini dan tahun di depan tidak hanya penyelesaian masalah kenaikan harga BBM, inflasi, namun juga menggenjot pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor ekonomi kreatif.

"Sehingga tahun depan mudah-mudahan Bandar Lampung kita nobatkan jadi kota kreatif sesuai dengan harapan dari para pelaku ekonomi UMKM di kota ini," pungkasnya.

Kota Bandar Lampung telah mengajukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang dilakukan Kemenparekraf agar kemudian menetapkan subsektor ekraf mana yang menjadi unggulan di suatu kabupaten/kota.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso; dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu. [idr]