Sandiaga Uno Rancang Wajah Baru Pariwisata Candi Borobudur, Seperti Apa?

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno tengah merancang wajah baru pariwisata di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Salah satu yang tengah digarap yakni menyiapkan desa wisata dengan konsep Balai Ekonomi Desa (Balkondes).

Rencananya, akan ada 50 desa wisata yang dikembangkan di sekitar destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur. Sandiaga optimis konsep baru ini akan menarik kedatangan turis lokal maupun mancanegara setelah melihat perayaan Hari Raya Waisak beberapa waktu lalu.

"Saat Waisak juga kita melihat bahwa seluruh kehidupan di destinasi super prioritas Borobudur ini kembali menggeliat, banyak terbuka peluang usaha dan lapangan kerja," kata Sandiaga di Jakarta, Selasa (14/6).

Sandiaga memastikan pihaknya akan mengedepankan zona ekowisata atau wisata berbasis lingkungan. Nantinya di luar badan otorita Borobudur pada zona satu dan dua akan disiapkan kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik, bus listrik, cable car.

Hal ini dilakukan demi mewujudkan keberlanjutan dan ekonomi hijau. Mengingat konsep Balkondes disiapkan sebagai wadah ekonomi kreatif setempat yang bisa meningkatkan penjualannya.

Adanya pembatalan kenaikan tarif tiket menuju stupa Candi Borobudur diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisata. Apalagi jika pembangunan infrastruktur di kawasan Borobudur telah selesai. Dia optimis destinasi wisata di Jawa Tengah ini akan dikunjungi 20 juta wisatawan.

"Dengan selesainya pembangunan infrastruktur diharapkan Borobudur bisa menarik 5-10 juta di awalnya sampai 20 juta pengunjung. Karena itu tentunya kita pastikan bahwa sistem pengelolaan wisatawan ini diprioritaskan," kata Sandiaga Uno.

Kawasan Terintegrasi

Di sisi lain, pemerintah juga tengah merancang agar Candi Borobudur menjadi kawasan yang terintegrasi namun tetap berpihak kepada pariwisata yang berkualitas berbasis komunitas masyarakat, berkelanjutan, dan pariwisata hijau (green tourism). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta kelestarian dan keberlanjutan Candi Borobudur terjaga.

Bahkan pemerintah mencari referensi skema pengelolaan situs bersejarah dunia lainnya seperti Piramida, Macupicu dan lain sebagainya. Untuk itu pemerintah merasa perlu meminta pandangan dari para ahli arkeolog dan konservasi untuk mendesain gaya baru wisata di Candi Borobudur.

Setidaknya wisata di Candi Borobudur akan dibungkus dengan konsep edukasi, penelitian, konservasi atau spiritual dan wisata khusus tamu negara.

"Jumlah wisatawan yang dibatasi untuk menaiki bangunan dari Candi Borobudur ini tentunya meliputi tiga hal, yaitu wisata edukasi, wisata penelitian, wisata konservasi atau spiritual, dan juga untuk tamu-tamu negara," jelas Sandiaga Uno. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel