Sandiaga Uno Siapkan Danau Toba Jadi Destinasi Super Prioritas

·Bacaan 2 menit

VIVADanau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia. Danau yang terletak di bagian utara Pulau Sumatera ini, juga diakui sebagai salah satu Geopark Global UNESCO.

Makanya, tidak heran jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mantap menjadikan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas (DSP).

DSP Danau Toba sendiri merupakan pengembangan Danau Toba dengan konsep pariwisata berkelanjutan termasuk peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.

Menghadiri Rapat Koordinasi Akselerasi Pengembangan DSP Danau Toba, dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait, Sandiaga Uno, mengatakan, rapat ini membahas mengenai akselerasi penyiapan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) di kawasan Danau Toba.

"Harapannya kita dapat mengakselerasi eksekusi dari ITMP ini dalam upaya menyiapkan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, yang tidak hanya memiliki infrastruktur kelas dunia, tapi juga memiliki SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas," ujarnya di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis 10 Juni 2021.

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, percepatan pembangunan ini juga bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar kawasan Danau Toba. Sehingga, roda perekonomian masyarakat di sekitar Danau Toba dapat bergerak dengan aktif.

Sandiaga juga menjelaskan, saat ini pihaknya dengan kementerian dan lembaga terkait tengah memfokuskan pembangunan infrastruktur penunjang konektivitas antar destinasi wisata, penyiapan kelengkapan amenitas, dan atraksi wisata serta penyiapan SDM.

"Ini adalah suatu rencana besar yang sangat luas dan ini adalah perpaduan dari pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.

Selain itu, lanjut Sandiaga, kawasan Danau Toba nantinya akan dikembangkan dengan mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan berbasis alam dan budaya.

"Ini sesuai dengan langkah agar pariwisata kita juga memiliki dampak yang positif terhadap pembangunan yang berkelanjutan," tuturnya.

Konsep pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan ini rencananya akan direalisasikan dengan pemasangan carbon calculator di sekitar kawasan Danau Toba dan pengenalan kendaraan elektrik, serta pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.

Sehingga, pada 2030 mendatang, Danau Toba dapat dicanangkan menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan.

"Kita bisa tempatkan bus listrik misalnya di destinasi-destinasi wisata di sekitar Danau Toba. Ini akan kita bicarakan lebih lanjut dengan para bupati daerah-daerah di sekitar Danau Toba," kata dia.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT), Jimmy Bernardo Panjaitan, menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih jauh terkait akselerasi pembangunan ITMP ini ke-8 kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba.

"Sosialisasi ini harapannya kita dapat tahu apa saja manfaat dan peran kita masing-masing sehingga program ITMP ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu," kata Jimmy Bernardo Panjaitan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel