Sandiaga Uno Targetkan Nilai Devisa Pariwisata Capai USD 1,7 Miliar di 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno cukup optimistis memandang kinerja sektor pariwisata di 2022. Bahkan ia yakin bahwa sektor pariwisata mampu mendatangkan 3,6 juta kunjungan wisata dari luar negeri di tahun depan.

Sandiaga Uno menjelaskan, di tahun ini perkiraan kunjungan wisata dari luar negeri di angka 1,5 juta wisman (wisatawan mancanegara). Sedangkan di tahun depan diperkirakan bisa mencapai 1,8 - 3,6 juta kunjungan wisata dari luar negeri.

"Ini wisman angka yang akan kita kejar," Sandiaga dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2021).

Meskipun berlipat-lipat, target tersebut tidak terlalu besar. Hal ini karena kunjungan turis masih terbatas di tengah ketidakpastian kondisi global. Namun dengan minimnya kedatangan turis, dia ingin kunjungan tersebut menjadi lebih berkualitas dan mendatangkan devisa negara yang optimal.

Sehingga dia menargetkan tahun depan nilai devisa pariwisata mencapai USD 470 juta hingga USD 1,7 miliar. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan capaian di tahun 2021 sebesar USD 360 juta hingga USD 30 juta. Namun tetap lebih rendah dari capaian di tahun 2020 yang mencapai USD 3,31 miliar.

Selain wisman, Sandiaga juga ingin pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) meningkat hingga 260 juta sampai 280 juta di tahun depan. Angka ini meningkat dari perkiraan jumlah wisnus yang sampai akhir tahun ini mencapai 220 juta kunjungan.

Sehingga kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tahun depan bisa mencapai 4,3 persen. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun ini yang akan berkontribusi 4,2 persen. Namun tetap lebih baik dari capaian tahun 2020 sebesar 4,05 persen.

Sementara itu, nilai ekspor produk kreatif tahun depan ditargetkan mencapai USD 21,28 miliar. Sedikit lebih baik dari perkiraan capai tahun ini yang mencapai USD 20,48 miliar tetap lebih baik dari capaian tahun 2020 sebesar USD 18,89 miliar.

Dari sisi nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan tahun depan bisa tembus Rp 1,23 triliun. Lebih baik dari perkiraan tahun ini sekitar Rp 1,19 triliun dan lebih baik dari tahun 2020 sebesar Rp 1,13 triliun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Serapan Tenaga Kerja

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno (kanan), youtuber Mitty Zasia dan public figur Ananda Omesh (Omesh) menari jathilan di desa wisata Candirejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/6/2021). (Liputan6.com/HO/Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno (kanan), youtuber Mitty Zasia dan public figur Ananda Omesh (Omesh) menari jathilan di desa wisata Candirejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/6/2021). (Liputan6.com/HO/Kemenparekraf)

Berbagai target tersebut kata Sandi diperkirakan akan menyerap 14,7 juta tenaga kerja di sektor pariwisata. Lebih baik dari capaian tahun ini yang diperkirakan menyerap 14,3 juta orang dan di tahun 2020 yang hanya menyerap 13,96 juta orang.

"Saya optimis bisa ciptakan 14,7 juta orang lapangan kerja di sektor pariwisata," kata Sandiaga.

Begitu juga dengan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif yang ditargetkan bisa menyerap 20,58 juta orang. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun ini sebanyak 19,83 juta orang dan 19,39 juta orang di tahun 2020.

Terakhir, dia ingin peringkat Indonesia dalam Travel & Tourism Competitive Index (ITTCI) bisa lebih baik dari hari ini. Namun dia menyadari untuk mencapai target tersebut sangat sulit di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Untuk perbaikan target TCCU ini kita berusaha mencapai target meski dengan keadaan sekarang. Sekarang ini kita lihat realitasnya," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel