Sang Hyang Acalapati, Pembeda Hindu India dengan Nusantara Zaman Dulu

Syahdan Nurdin, PojokSeni
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejarah mencatat bahwa Hindu pernah menjadi agama mayoritas di Nusantara. Bahkan beberapa kerajaan besar, khususnya yang terbesar Majapahit, merupakan kerajaan yang bercorak Hindu.

Agama Hindu datang ke Nusantara ketika penduduk asli masih mempraktikkan sejumlah kepercayaan dan animisme. Jalur perdagangan yang dibuka ke Nusantara membawa agama ini.

Kemudian, pemimpin Nusantara zaman dulu memanfaatkan kedatangan agama "baru" ini untuk legitimasi kekuasaan mereka. Banyak di antara mereka yang langsung "mengklaim" diri sebagai representasi dewa-dewi Hindu yang turun ke bumi.

Selain Majapahit, beberapa kerajaan lain yang berdiri di Kalimantan (Kutai), Sumatera, dan Jawa dari abad ke-5 hingga abad ke-14 bertahan dan menjadi kerajaan yang turut mewarnai perkembangan Nusantara.

Ketika perkembangan Islam melaju dengan cepat secara sosio-politik, Hindu memang memudar perlahan. Namun, para penguasa Majapahit yang akhirnya datang ke Bali tetap mempertahankan kekuatannya dan membentuk Bali sebagai rumah yang indah bagi Hindu.

Namun, penyerapan masyarakat Nusantara saat itu justru tidak mengambil bulat-bulat ajaran Hindu dari India. Beberapa pengaruh lain, mulai dari kearifan lokal masyarakat, budaya yang sudah lebih dulu ada, ajaran Buddha, dan sebagainya menjadikan "Hindu Nusantara" menjadi sangat berbeda dengan Hindu di India.