Sangar, Babinsa TNI Bakal Punya Baju Tak Mempan Ditusuk Penjahat

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Babinsa atau Bintara Pembina Desa adalah salah satu kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang tidak dapat dianggap sebelah mata.

Sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas melakukan pembinaan teritorial hingga di pelosok desa, Babinsa sudah pasti memiliki ancaman bahaya yang tidak kecil ketika menjalankan tugas-tugasnya.

TNI Angkatan Darat pun kini terus bertekad meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) prajuritnya. Bahkan, tidak hanya itu, TNI Angkatan Darat juga terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kekuatan seluruh jajarannya di lapangan, termasuk pembekalan senjata pengamanan dalam bertugas.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa rencananya akan membekali prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang bertugas menjaga teritorial di tingkat desa atau yang dikenal dengan sebutan Babinsa dengan pakaian khusus.

Pakaian khusus yang akan diberikan oleh orang nomor satu di Korps Angkatan Darat itu tidak main-main. Sebab, pakaian itu didesain secara khusus untuk melindungi para Babinsa dari serangan senjata tajam atau sajam yang mematikan.

"Ini kita beli. Kita beli untuk siapa? untuk Babinsa. Jadi ketika Babinsa bertugas di lapangan aman dengan ini (pakaian khusus anti senjata tajam). Ini lihat, kaos luarnya robek (kena pisau) tapi dalamnya aman," kata Jenderal TNI Andika Perkasa dilansir VIVA Militer dari akun Youtube TNI AD saat melihat demonstrasi peragaan pakaian anti-sajam yang dikenakan oleh salah seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Selasa, 13 April 2021.

"Kalau pakai pakaian ini Babinsa di lapangan juga aman. Kalau dipakai untuk tangkap pisau pun aman dia. Keren ini," katanya.

Jenderal TNI Andika menjelaskan, pakaian khusus yang berbentuk T-shirt lengan panjang itu akan menjadi pakaian dalam bagi para petugas TNI AD di lapangan. Sehingga, lanjut Andika, dalam bertugas sehari-hari, para prajurit Babinsa juga tetap menggunakan seragam PDL loreng khas TNI AD sebagai pakaian wajib satuan.

Jenderal TNI Andika juga menjelaskan, pakaian khusus anti-sajam yang didatangkan dari Inggris itu sangat nyaman digunakan. Prajurit Babinsa tidak akan merasakan kepanasan ketika menggunakan pakaian khusus itu. "Enggak (panas), karena ini dari Inggris," kata Jenderal TNI Andika.

Tidak hanya itu, Jenderal TNI Andika juga menjelaskan, pakaian khusus itu tidak hanya melindungi para Babinsa dari sajam saja, tapi juga akan melindungi tubuh para prajurit TNI dari luka yang disebabkan oleh gesekan aspal jalanan. "Ini jatuh dari motor pun gak apa-apa ini," katanya.

Meski demikian, Jenderal bintang empat yang pernah menjabat Komandan Paspampres itu belum menjelaskan secara detail kapan baju atau pakaian anti senjata tajam itu akan diberikan kepada anak buahnya yang bertugas sebagai Babinsa.

Untuk diketahui, dalam video pendek berdurasi 1 menit 56 detik, terlihat Jenderal TNI Andika Perkasa menyaksikan demonstrasi pakaian khusus itu di dalam acara ramah tamah bersama jajarannya di sebuah tempat makan.

Dalam video itu, seorang prajurit TNI AD terlihat menggunakan pakain khusus berbentuk kaos tangan panjang warna coklat yang dilapis dengan T-shirt warna hitam. Satu orang lainnya langsung menoreskan pisau carter ke tubuh prajurit TNI AD yang mengenakan pakaian khusus tersebut.

Dan hasilnya, kaos warna hitam yang dikenakan oleh prajurit TNI AD itu sobek akibat goresan pisau, tapi anehnya badan prajurit TNI AD itu mulus tanpa menyisakan luka sama sekali. Bahkan, dalam salah satu peragaan, seorang peraga juga membacokkan pisau carternya ke tangan yang dilapis dengan pakaian khusus, dan hasilnya aman tanpa meninggalkan luka.

Jenderal TNI Andika yang menyaksikan demonstrasi itu pun terlihat takjub dengan kemampuan pakaian khusus anti sajam itu. Terlihat dalam video pendek tersebut, Jenderal Andika tidak sendirian, dia menyaksikan kehebatan pakaian khusus untuk Babinsa itu didampingi istri tercinta, Hetty Andika Perkasa.

Selain itu terlihat beberapa Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat lainnya yang turut menyaksikan demonstrasi itu, di antaranya, Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fajri dan Wair Kodiklatad Brigjen TNI Nefra Firdaus.