Sangkar Madu, Proyek Teater Dokumenter Teater Garasi

Sangkar Madu, Proyek Teater Dokumenter Teater Garasi

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA -Teater Garasi Yogyakarta akan mementaskan sebuah teater dokumenter yang mengangkat isu buruh migran Indonesia atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan judul  Sangkar Madu di Jakarta. Pementasaan akan berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu, 1 Juni 2013  hingga Senin, 3 Juni 2013.
 
Menurut penjelasan Manajer Produksi, Lusia Lusia Neti Cahyani, lakon Sangkar Madu merupakan pertunjukan teater dokumenter tentang buruh migran, yang menggunakan teknik verbatim dalam penciptaannya. Para pelakonnya akan memainkan karakter-karakter yang ditemui dalam hasil penelitian mereka di lapangan.

Lakon ini, diangkat berdasarkan penelitian tim Teater Garasi di Desa Jangkaran Kulonprogo, Yogyakarta, yang 80 persen warganya pernah menjadi buruh migran. Proyek ini merupakan inisiasif pekerja seni, awak Teater Garasi, Verry Handayani yang didukung oleh Yayasan TIFA.

"Beberapa karakter yang muncul dalam lakon ini adalah mantan buruh migran. Sementara karakter-karakter lain adalah penduduk Jangkaran yang secara langsung berhubungan dengan para buruh migran ini," katanya kepada Warta Kota, Sabtu (25/5/2013).

Sejumlah sumber menyebutkan, teater dokumenter merupakan suatu model pendekatan penciptaan teater yang mencoba mengangkat isu-isu sosial masyarakat tertentu ke atas panggung. Karya teater dokumenter diciptakan berdasarkan pada fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan dilolah dalam sebuah penelitian, seperti transkrip wawancara, catatan dokumentasi proses, surat-surat , laporan keuangan bank, pernyataan-pernyataan resmi lewat radio atau televisi, foto-foto, dan bentuk-bentuk dokumen lainnya.

"Secara perwujudan, teater dokumenter bisa menggunakan sepenuhnya atau sebagian dari hasil penelitian yang dilakukan," kata Lusia.

Berdasarkan sejarahnya disebutkan, teater dokumenter sesungguhnya telah dimulai sejak abad 20 yang lalu, yakni pada dekade 1930-an dan masih berlangsung hingga kini. Salah satu karya yang fenomenal di jamannya ialah The Investigation karya Peter Weiss, penulis dan sineas  Jerman. The Investigation ditulis pada 1965 sebagai naskah yang yang menggambarkan pengadilan Auschwitz Frankfurt.

Salah satu teknik yang kerap digunakan dalam teater dokumenter ialah teknik verbatim. Teknik verbatim merupakan suatu teknik yang mencoba menirukan sepersis mungkin cara berbicara orang yang diwawancarai, termasuk dindalamnya nada bicara, timbre, jeda, interjeksi, dan intonasi menjadi bagian dari peniruan itu.

Di Amerika Serikat, salah satu aktris yang menggunakan teknik verbatim ini ialah Anna Deavere Smith. Dalam salah satu karya monolognya berjudul Four American Characters, aktris ini menunjukkan kepiawaiannya dengan memainkan empat tokoh yang berbeda sekaligus.

Sebelum dipentaskan di Jakarta, Sangkar Madu sudah dipentaskan di Teater Garasi Yogyakarta pada 25 - 26 April 2013 dan di Desa Gogodeso, Blitar Jawa Timur pada 1 Mei 2013 dengan judul "Jangkar Babu. Sangkar Madu.".

Sekilas Teater Garasi
Teater Garasi adalah kelompom teater yang merupakan kumpulan para seniman lintas disiplin sekaligus laboratorium penciptaan teater yang berdomisili di Yogyakarta. Berdiri pada 1993 di salah satu garasi yang ada di Kampus Universitas Gajahmada Yogyakarta,  Teater Garasi berkomitmen untuk mengembangkan dan menciptakan karya pertunjukan teater yang segar dan genuine berbasis kajian atas tradisi seni pertunjukan dan menggabungkannya dengan media/sensibilitas/citra kontemporer.

Sejak berdiri Teater Garasi telah bekerja sama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri seperti Centre Culturel Francaise (CCF), The Japan Foundation, Asialink,  OSI-Open Society Institute Development, The Royal Netherland Embassy, Hivos, institusi seni pertunjukan.

Kelompok teater ini rajin hadir pada berbagai festival bertaraf nasional maupun internasional. Di antaranya Art Summit, In Transit Festival-Berlin, dan Physical Theater-Tokyo. Di bawah arahan salah satu pendiri sekaligus direktur artistik sat itu, Yudi Ahmad Tajudin dan Direktur Eksekutif Kusworo Bayu Aji, Teater Garasi telah berhasil mempresentasikan karya-karyanya di panggung internasional seperti Insomnia-48 di Singapura (2004), Festival In Transit yang ditaja oleh The House of World Cultures, Berlin (2005), dan Physical Theatre Festival dan The Saison Foundation, Tokyo (2005 & 2006). (wip)

Baca Juga:

  • Pesinetron Sabrina Piscalia Jajal Kemampuan Akting di Panggung Teater
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.