Sanjung China, Elon Musk Bakal Perluas Investasi di Negeri Tirai Bambu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Tesla Elon Musk berkomitmen, Tesla terus memperluas investasi di China. Musk mengatakan, China adalah pemimpin global dalam digitalisasi.

Sebelumnya, Musk juga pernah mengatakan pembuat mobil di China adalah yang paling kompetitif di dunia. "China menghabiskan banyak sumber daya dan upaya menerapkan teknologi digital terbaru di berbagai industri, termasuk industri otomotif, menjadikan China sebagai pemimpin global dalam digitalisasi," kata Musk, dilansir dari CNBC, Senin (27/9/2021).

Tesla telah berusaha untuk meningkatkan reputasinya di China setelah banyak kabar negatif. Perusahaan telah menghadapi pengawasan peraturan seputar privasinya dan beberapa penarikan produk di China.

Beijing dilaporkan telah membatasi atau melarang penggunaan kendaraan listrik Tesla oleh beberapa personel negara bagian dan militer.

“Tesla telah mendirikan pusat data di China untuk melokalkan semua data yang dihasilkan dari bisnis kami di sini, termasuk produksi, penjualan, layanan, dan pengisian daya,” kata Musk.

Perusahaan ini mulai membangun pabrik besar di Shanghai pada 2019. Tesla menjual 44.264 kendaraan buatan China pada Agustus, termasuk 31.379 untuk ekspor. Itu meningkat dari 32.968 kendaraan buatan China yang terjual pada Juli dan 33.155 unit terjual pada Juni.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tesla Sebut Elon Musk Tak Dapat Kompensasi pada 2020

Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Christophe Gateau/AFP
Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Christophe Gateau/AFP

Sebelumnya, Tesla Inc menyatakan, total kompensasi Chief Executive Officer (CEO) Elon Musk nol pada 2020. Kondisi ini berbeda pada 2019 yang mendapatkan kompensasi USD 23.760 atau sekitar Rp 341,85 juta (asumsi kurs Rp 14.387 per dolar AS).

“Namun, dia tidak pernah menerima gaji-nya,” tulis perusahaan dalam dokumen yang diajukan ke otoritas bursa dikutip dari laman CNN, ditulis Minggu (15/8/2021).

Perseroan menyatakan, mulai Mei 2019 atas permintaan Elon Musk, pihaknya menghilangkan sama sekali pendapatan bersih dan akrual dari gaji pokok.

Mengutip laman Channel News Asia, ditulis Minggu pekan ini, paket pembayaran Musk yang juga merupakan pemegang saham utama dan CEO SpaceX perlu mencapai target yang berdasarkan kapitalisasi pasar dan pertumbuhan keuangan Tesla.

Pada April, Musk telah memenuhi syarat untuk paket pembayaran Tesla pada 2018 yang sekarang bernilai lebih dari USD 30 miliar atau sekitar Rp 431,63 triliun.

Sementara itu, Tesla mengatakan, total kompensasi Chief Finance Zachary Kirkhorn mencapai USD 46,6 juta atau sekitar Rp 670,46 miliar dibandingkan yang didapat pada 2019 sebesar USD 21,2 juta atau sekitar Rp 305,01 miliar.

Di bawah pengaturan kompensasi, Musk memenuhi syarat untuk paket opsi membeli 101 juta saham dengan eksekusi harga masing-masing USD 70,01. Itu didistribusikan dalam 12 tahapan yang sama dari opsi 8,4 juta saham, berdasarkan pencapaian kinerja keuangan perseroan dan target valuasi harga.

Tonggak Keuangan Tesla

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Elon Musk menjadi saksi untuk mempertahankan perannya dalam akuisisi SolarCity senilai USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 37,71 triliun oleh Tesla. (AP Photo/Matt Rourke)
Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Elon Musk menjadi saksi untuk mempertahankan perannya dalam akuisisi SolarCity senilai USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 37,71 triliun oleh Tesla. (AP Photo/Matt Rourke)

Tonggak keuangan itu diraih pada 2020 setelah saham Tesla melambung 743 persen dan tercatat sebagai saham dengan kinerja terbaik di Amerika Serikat (AS). Sejauh ini menjadi produsen mobil paling berharga di dunia.

Sekarang tonggak keuangan itu agak sulit tercapai. Akan tetapi, empat tahapan saham Elon Musk diberikan selama 2020, dan memberinya hak untuk membeli saham 33,8 juta saham dengan harga USD 2,4 miliar. Pada perdagangan Jumat, 13 Agustus 2021, saham itu bernilai USD 21,9 miliar.

Sepanjang 2021, Tesla mencapai dua tonggak keuangan yang membuat Musk berhak atas tambahan opsi 16,9 juta saham. Opsi ini dengan nilai saham USD 10,9 miliar berdasarkan harga sekarang.

Tesla juga melaporkan laba mencapai rekor pada kuartal II 2021. Ini menunjukkan kemungkinan akan mencapai tiga tonggak lain dalam waktu dekat yang berarti rezeki nomplok bagi Musk pada 2021.

Seperti hal pimpinan perusahaan yang mendapatkan opsi saham, Musk belum eksekusi opsi sahamnya. Biasanya seorang pimpinan perusahaan akan eksekusi ketika mendekati kadaluarsa, dan meninggalkan perushaaan.

Selain itu, sejumlah pimpinan perusahaan juga menjual saham untuk diversifikasi dan membayar pajak. Namun, Musk jarang untuk menjual saham selama bersama Tesla. Pada 30 Juni 2021, ia memiliki 170,5 juta saham, dan memiliki opsi untuk membeli 73,5 juta saham. Dengan demikian memberikan dirinya memegang 23 persen saham Tesla.

Tesla salah satu orang terkaya di dunia berkat saham Tesla dan kepemilikan saham di perusahaan lain seperti SpaceX. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai CEO.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel