Sanksi AS terhadap jaringan pengiriman Iran menyangkut proliferasi efektif berlaku

WASHINGTON (Reuters) - Sanksi AS yang diberlakukan terhadap jaringan pengiriman Iran mulai berlaku Senin, berbulan-bulan setelah diumumkan pada Desember menyusul tuduhan mendukung proliferasi senjata pemusnah massal.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam satu pernyataan Senin memperingatkan industri-industri komersial dan maritim, pemerintah-pemerintah dan lainnya bahwa mereka terancam menghadapi sanksi AS jika ber bisnis dengan Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL) san anak perusahaannya yang berbasis di Shanghai, E-Sail Shipping Company.

Departemen Luar Negeri telah mengumumkan sanksi itu Desember tetapi membolehkan penundaan mulai berlakunya sehingga memberikan waktu bagi para eksportir barang-barang kemanusiaan ke Iran untuk menemukan metode pengiriman yang berbeda, menurut pernyataan itu.

"Sanksi ini berfungsi sebagai peringatan yang jelas bahwa siapa pun yang melakukan bisnis dengan atau sebaliknya mendukung IRISL atau E-Sail terkena sanksi potensial dan risiko berkontribusi kepada program-program sensitif proliferasi Iran, termasuk program nuklir dan misilnya," kata Pompeo dalam pernyataan itu.

Dia juga meminta pemerintah di seluruh dunia guna menyelidiki aktivitas oleh entitas pengiriman di pelabuhan dan lautan mereka sehingga mendorong mereka mengambil tindakan yang tepat guna menghentikan aktivitas tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menuduh IRISL berulang kali mengangkut barang-barang yang berkaitan dengan program rudal balistik dan militer Iran, serta barang-barang sensitif proliferasi lainnya.

Pada Desember, Pompeo mengatakan E-Sail Shipping Company "secara sadar mengangkut bahan-bahan terlarang dari Organisasi Industri Dirgantara Iran, yang mengawasi semua industri rudal Iran" dan telah bekerja sama dengan organisasi-organisasi Iran yang dikenai sanksi AS.


(Laporan Daphne Psaledakis; Disunting oleh Dan Grebler)