Santander kesampingkan PHK di Spanyol selama krisis virus corona

Madrid (AFP) - Bank raksasa Spanyol yang juga bank berkapitalisasi terbesar di zona euro, Santander, Senin, mengatakan tidak akan memecat atau memberhentikan sementara karyawannya di Spanyol selama pandemi virus corona.

"Santander berkomitmen mempertahankan lapangan kerja di Spanyol dan tidak melakukan PHK selama epidemi virus corona," kata bank, yang mempekerjakan sekitar 29.000 orang di Spanyol itu dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang juga hadir kuat di Inggris, Brasil dan Amerika Serikat itu tidak mengatakan apa rencananya untuk karyawan-karyawannya di luar Spanyol.

Spanyol adalah negara terparah kedua terjangkit wabah virus corona di Eropa, dengan lebih dari 33.000 kasus penyakit terkonfirmasi dan 2.182 korban meninggal dunia.

Pemerintah Spanyol sejak 14 Maret memberlakukan lockdown nasional yang baru kali ini ditempuh negara berpenduduk sekitar 46 juta orang tersebut sehingga melumpuhkan perekonomian. Keluar rumah hanya dibolehkan karena alasan-alasan penting seperti membeli makanan dan obat-obatan.

"Meminimalkan penutupan perusahaan dan PHK adalah kunci" dalam memastikan ekonomi bisa cepat pulih begitu keadaan darurat kesehatan berlalu," kata Menteri Perekonomian Nadia Calvino pada konferensi pers.

Santander sudah melakukan restrukturisasi besar-besaran operasinya di Inggris dan Spanyol dengan memangkas 3.200 posisi kerja setelah membeli bank pesaingnya yang lebih kecil dan bermasalah, Banco Popular, pada 2017.

Kedua bank berencana mengurangi sekitar 10 persen jumlah cabang di seluruh dunia, selain juga sekitar tiga persen stafnya.