Santri Gontor Dianiaya hingga Meninggal karena Masalah Peralatan Kemah

Merdeka.com - Merdeka.com - Motif penganiayaan santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur terkuak. Pihak pesantren menyebut, penganiayaan itu dipicu akibat hilangnya sebagian peralatan kegiatan yang dipinjam korban.

Motif penganiayaan oleh santri senior korban ini diungkapkan oleh juru bicara (Jubir) Pondok Modern Darussalam Gontor Noor Syahid. Ia menceritakan sebelum kejadian, korban diketahui mengembalikan sejumlah peralatan yang dipinjam.

Namun saat diperiksa seniornya, barang-barang yang dikembalikan itu ternyata ada yang kurang. Hal itu diduga menyebabkan sang senior menjadi kesal dan melakukan penganiayaan. Nahasnya, usai dianiaya, korban disebutnya meninggal di tempat kejadian.

"Peristiwa itu diawali dari menyerahkan si korban ini, menyerahkan barang-barang yang habis dipakai perkemahan. Kemudian diperiksa oleh kakaknya yang bertanggung jawab ternyata ada kekurangan barang-barang. Kemudian dianiaya," tegasnya.

Dia menambahkan, ketika ditemukan, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Saat itu peristiwa terjadi pada Senin (22/9) pagi.

"Ya ketika ditemukan anak itu sudah dalam keadaan meninggal di lokasi. Tanggal 22 pagi. Ya langsung pagi itu jam 6.45 WIB ditemukan itu. (Kejadian) tidak berawal dari malamnya," ungkapnya.

Adalah Albar Mahdi, Santi yang diduga mengalami penganiayaan hingga tewas tersebut. Korban merupakan santri kelas lima, atau setara dengan kelas 11 SMA. Korban tercatat sebagai santri di Ponpes Gontor I Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Jenazah korban dipulangkan ke orang tuanya di Palembang, dan telah dimakamkan pada 22 Agustus 2022 lalu. [cob]