Santri Gontor Tewas Dikeroyok, Ibunda Ingin Peluk dan Lihat Wajah Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga bersyukur polisi menetapkan dua tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan santri Pondok Modern Darussalam Gontor, AM (17) tewas. Keluarga berharap polisi terus mengembangkan kasus ini.

SM (45), ibu AM mengapresiasi langkah cepat kepolisian mengungkap kasus ini. Keluarga merasa lega karena kecurigaan selama ini dapat terbongkar.

"Alhamdulillah sedikit lega dengan tertangkapnya dua tersangka. Semoga pihak kepolisian bisa mendalami penyebab kematian ini dan diusut tuntas sampai selesai," ungkap SM, Senin (12/9).

Ingin Bertemu Tersangka

SM mengaku ingin sekali bertemu dengan kedua tersangka. Tidak untuk mengecam atau meluapkan amarah, namun hanya untuk mengenang putra pertamanya.

"Ingin aku peluk mereka, benar-benar kupeluk kuat. Mungkin tidak bisa ngomong, cuma bisa menangis saja," ujarnya.

"Aku ingin lihat benar wajahnya, seperti apa wajah mereka yang tega menganiaya anak saya. Ya Allah, betapa teganya ya Allah," sambung dia.

Berharap Pelaku Dihukum

Meski keduanya sama-sama santri, SM berharap mereka dihukum sesuai hukum yang berlaku. Hal itu sebagai balasan atas perbuatan mereka.

SM juga meminta penyidik terus memproses kasus ini hingga terang benderang. Pengusutan tak hanya pada pelaku pengeroyokan, tetapi juga siapa pun yang diduga turut terlibat.

"Yang penting hukum ini terus berjalan, pihak kepolisian juga jangan hanya tersangka saja, tapi pihak lainnya harus diusut tuntas, pihak-pihak terkait yang menyebabkan anak saya meninggal. Semoga permasalahannya bisa terang benderang dan jelas," pungkasnya. [lia]