Santri Ponpes di Tangsel Diduga Dicabuli Senior, Polisi Lakukan Penyelidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangerang Selatan tengah menyelidiki dugaan pencabulan di lingkungan Pondok Pesantren di wilayah Pondok Aren, Tangsel. Kasus itu dilaporkan seorang santri dengan terlapor santri senior.

Kepala Unit PPA Polres Tangsel Iptu Siswanto mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci dugaan pencabulan itu. Pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari korban.

"Kronologi detil saya belum bisa menjawab, karena pemeriksaan korban belum dapat dilakukan, karena korban sakit," terang Kanit PPA Polres Tangsel, Iptu Siswanto, dikonfirmasi Rabu (16/11).

Dia menyebutkan, berdasarkan laporan polisi yang dia terima dari pihak korban bahwa perbuatan cabul yang dilaporkan korban ke Polres Tangsel berupa tindakan sodomi dan lainnya.

Korban Masih Sakit

Siswanto menerangkan kalau peristiwa cabul yang dilaporkan korban anak terjadi di lingkungan Pondok Pesantren pada 26 Oktober 2022 lalu. "Kejadian 26 Oktober 2022 dan LP (laporan polisi) 2 November. Belum di-BAP yang bersangkutan, jadi belum bisa saya jawab secara riil," ungkap dia.

Dia menjelaskan, dugaan pidana pencabulan itu diduga dilakukan santri senior terhadap korban santri junior di lingkungan pondok pesantren.

Sementara, korban dan terduga pelaku belum dimintai keterangan lebih lanjut, karena korban saat ini mengaku sakit. "Pelaku kakak kelas, usia belasan. Korban di bawah umur usia belasan. Jadwalnya hari ini pemeriksaannya (korban) karena sakit, belum bisa dilakukan. (Lokasi Pondok) di wilayah Pondok Aren," kata dia. [yan]