Santrinet: Platform Khusus untuk Belajar Santri dalam Pandemi COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah platform digital khusus para santri atau pelajar di pesantren diluncurkan dan diperkenalkan kepada publik. Namanya Santrinet, dirancang khusus untuk metode pembelajaran jarak jauh bagi para santri terutama di masa pandemi COVID-19.

Platform itu diluncurkan langsung oleh Muhaimin Iskandar, panglima santri sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, di Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 22 Oktober 2020--bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Santrinet, katanya, bakal melengkapi kekurangan proses belajar-mengajar di lingkungan pesantren. Dia mengaku telah mempresentasikan secara virtual platform itu kepada Ketua Umum NU Said Aqil Siroj dan seribu pemimpin pesantren di Indonesia.

"Santrinet mengisi kekurangan dan proses pembelajaran yang terkendala baik di pesantren dan luar pesantren. Platform digital ini supaya ada solusi akan hambatan pendidikan formal," kata Muhaimin.

Baca: Menteri Agama Sebut Resolusi Jihad Hasyim Asyari Sesuai Ilmu Militer

Seorang inisiator Santrinet, yakni Ida Fauziyah, menjelaskan bahwa Santrinet mengusung platform digital karena kebutuhan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Menurutnya, Santrinet menjadi solusi saat pembelajaran tatap muka terkendala COVID-19.

"Kami mengusung platfrom digital Santrinet, karena di tengah pandemi ini tidak semua santri bisa belajar secara langsung dengan tatap muka. Jadi, perlu dicarikan jalan keluar atau solusi. Jadi sama dengan pembelajaran tatap muka tapi menggunakan teknologi digital," ujar wanita yang menjabat Menteri Ketenagakerjaan itu.

Platform digital Santrinet dirancang dan dibuat oleh para santri terpilih sehingga isi atau materi pembelajarannya memang sesuai kebutuhan para santri.