Santuni Anak Yatim, Cara Polisi Sambut Ramadan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Depok - Polres Metro Depok berikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk berbagi kebaikan dalam menyambut Ramadan. Hal itu dilakukan untuk mendorong aparat kepolisian berlomba berbuat kebaikan selama Ramadan.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, Ramadan merupakan bulan penuh kebaikan. Untuk mengimplementasikan makna tersebut Polres Metro Depok melakukan santunan kepada anak yatim di aula Atmani Adhi Wedhana Polrestro Depok.

“Kami memberikan santunan kepada 41 orang anak yatim,” ujar Imran, Selasa (13/4/2021).

Imran menjelaskan, santunan yatim dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Pemberian santunan yatim dapat dijadikan contoh kepada anggota Polres Metro Depok melakukan hal kebaikan selama Ramadan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Berbuat baik dengan menyantuni anak yatim hanya sebagi contoh namun masih banyak kebaikan lain, dapat diberikan dengan lebih banyak manfaat kepada masyarakat,” terang Imran.

Imran mengungkapkan, santunan yatim sebagai bentuk perhatian Polres Metro Depok dalam mengayomi masyarakat. Menurutnya, Polres Metro Depok tidak hanya memberikan perlindungan hukum, namun Polres Metro Depok merupakan bagian masyarakat dalam berkehidupan dan bermasyarakat.

“Ini sebagai bentuk perhatian dan kedekatan kami kepada masyarakat,” ucap Imran.

Polsek Limo Lakukan Cooling Sistem

Kapolsek Limo, Kompol Tata Irawan menyerahkan bantuan beras dan sajadah dalam kegiatan cooling sistem. (Foto: Istimewa)
Kapolsek Limo, Kompol Tata Irawan menyerahkan bantuan beras dan sajadah dalam kegiatan cooling sistem. (Foto: Istimewa)

Kegiatan kemasyarakatan lainnya juga ditularkan Polsek Limo kepada masyarakat. Polsek Limo melakukan pendekatan kepada masyarakat menggunakan cooling sistem.

Kapolsek Limo, Kompol Tata Irawan mengatakan, cooling sistem merupakan salah satu cara Polsek Limo mendekatkan diri kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dengan melakukan komunikasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama diwilayah hukum Polsek Limo.

“Tokoh agama dan masyarakat merupakan salah satu mitra kami dalam membantu mencegah gangguan Kamtibmas,” ujar Tata.

Tata menuturkan, kegiatan cooling sistem Polsek Limo memberikan bantuan berupa beras dan sajadah. Bantuan tersebut untuk meringankan beban masyarakat dan sajadah digunakan sebagai sarana ibadah mencegah penularan COVID-19 saat beribadah di masjid maupun musala.

“Kami meminta bantuan tokoh agama dan masyarakat untuk mensosialisasikan pada saat ibadah Tarawih dapat memperhatikan protokol kesehatan,” pungkas Tata.

Simak juga video pilihan berikut