Sapu Kegiatan Ilegal, Operasi Lancang Kuning Terjunkan 11 Kapal BC-Lantamal IV di Kepri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Batam - Sekurangnya 11 kapal diturunkan dalam operasi gabungan Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri), KPU BC Batam bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV, Kamis.

Dengan sandi Operasi Lancang Kuning untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia, aparat Bea Cukai menurunkan tujuh kapal, yaitu Kapal Patroli BC 20011, Kapal Patroli BC 9002, Kapal Patroli BC 10022, Kapal Patroli BC 1410, Kapal Patroli BC 7004, Kapal Patroli BC 10017, dan Kapal Patroli BC 1001.

Sedangkan dari TNI AL menerjunkan KAL Mapor, KAL Nipah, KAL Pelawan, dan Sea Rider yang memiliki spesifikasi mendukung penegakan kedaulatan maritim Indonesia, khususnya di perairan Kepulauan Riau (Kepri).

"Penyelenggaraan operasi bersama ini secara langsung maupun tidak langsung memiliki pengaruh positif terhadap keselamatan dan keamanan para pengguna laut, juga sekaligus meningkatkan kesepahaman dan hubungan antarinstansi penegak hukum di laut," kata Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Akhmad Rofiq dalam Apel Pembukaan Operasi Gabungan Lancang Kuning, di Batam.

Operasi gabungan tersebut merupakan kelanjutan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Panglima TNI tentang pengamanan penerimaan negara.

Operasi yang digelar selama dua pekan itu diselenggarakan guna menangkal dan menindak pelanggaran hukum di laut, khususnya di perbatasan laut Indonesia-Singapura dan Indonesia-Malaysia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sinergi

Kepala KPU BC Batam Ambang Priyonggo menyampaikan bahwa perairan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia rawan potensi pelanggaran hukum di laut, seperti penyelundupan, mengingat kepadatan lalu lintas kapal di sana.

Karena itu, sinergi dan kolaborasi antarinstansi diperlukan untuk mewujudkan perairan perbatasan yang kondusif.

"Kami harapkan agar operasi bersama ini dapat berjalan optimal sesuai dengan prosedur dan senantiasa mengutamakan keamanan dan keselamatan personel, material, dan dokumen serta tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Ambang Priyonggo.

Sementara itu Wakil komandan Lantamal IV Kolonel Marinir Andi Rahmat M menyampaikan, operasi bersama ini untuk menjaga sinergitas antara Bea Cukai dan TNI-AL khususnya Lantamal IV.

"Operasi gabungan ini kita lakuakan demi menjaga selat Singapura dan Malaka. Kolaborasi ini mudah-mudahan dapat kita tingkatkan dan kita lanjutkan demi keamanan pengguna jalur laut serta mengantisipasi kegiatan ilegal yang kerap terjadi di perairan Kepri," ujar Kolonel Marinir Andi Rahmat M.

Dijelaskan Andi, operasi gabungan ini akan berlangsung selama 14 hari dan telah terlaksana sejak tanggal 27 Desember 2021 hingga berakhir pada tanggal 9 Januari 2022.

"Target kita dalam kegiatan ini, pastinya penegakan hukum di laut dan mencegah terjadinya kegiatan-kegiatan ilegal. Selama operasi berlangsung belum ada menemukan adanya pelanggaran," pungkasnya.

Gelar operasi gabungan (Lancang Kuning 21) tersebut melibatkan 200 personel gabungan meliputi Bea Cukai dan TNI AL serta perwakilan unsur laut lainya.

Serta armada yang diturunkan antara lain Kapal Patroli BC 20011, Kapal Patroli BC 9002, Kapal Patroli BC 10022, Kapal Patroli BC 1410, Kapal Patroli BC 7004, Kapal Patroli BC 10017 dan Kapal Patroli BC 1001.

Sedangkan dari TNI AL menerjunkan KAL Mapor, KAL Nipah, KAL Pelawan dan Sea Rider dengan memiliki spesifikasi yang dapat mendukung penegakan kedaulatan maritim Indonesia khususnya di perairan Kepri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel