Saran Ahli Agar Tetap Aman dari COVID-19 saat New Normal

Sumiyati, Sumiyati

VIVA – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diperlonggar. Secara bertahap, dimulai fase pertama pada 1 Juni 2020 lalu, telah dibuka kembali operasional industri dan jasa bisnis dan beberapa pusat perbelanjaan. Dan pada awal Agustus mendatang, diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi kembali.

Namun, Presiden Joko Widodo juga meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sampai ditemukan vaksin yang efektif, masyarakat harus hidup berdamai dengan COVID-19 untuk beberapa waktu ke depan. Hidup harus tetap berjalan, meski potensi munculnya gelombang kedua masih sangat tinggi.  

Kasus baru di Wuhan setelah sebulan dinyatakan zero kasus, menjadi alarm agar kita tetap waspada. Apalagi para ahli menyebut penemuan vaksin COVID-19 masih panjang. 

Saat diskusi online bersama ASTHIN, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P, menegaskan, bila PSBB tidak  dijalankan dengan disiplin dan masyarakat lengah menjalankan protokol kesehatan, diperkirakan akan terjadi gelombang kedua COVID-19 di Indonesia setelah Juni 2020, yaitu saat diberlakukan new normal

"Kebiasaan yang sudah dijalankan sejak pandemi COVID-19 harus terus dijalankan saat new normal. Pertama adalah disiplin PSBB, antara lain tidak bepergian, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hidup bersih dan sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya melalui video conference Zoom, Rabu 3 Juni 2020. 

Lebih lanjut Erlina menjelaskan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, masyarakat harus mengonsumsi makanan dan istirahat yang cukup, memiliki suasana hati yang bagus atau jangan stres, minum vitamin, menjaga kebersihan, dan menerapkan gaya hidup sehat lainnya. 

"Untuk mereka yang tidak begitu yakin apakah makanan yang dikonsumsi sudah cukup mengandung vitamin, maka mereka bisa melengkapinya dengan mengonsumsi produk vitamin atau suplemen," lanjut dia.

Erlina menyarankan untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen yang mengandung antioksidan, di antaranya vitamin B, C, E, dan zinc, yang juga banyak terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran.