Saran Komnas HAM soal Masalah Papua di Depan Panglima TNI-Kapolri

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik memberi penjelasan garis besar kepada TNI terhadap penyelesaian konflik di Papua.

Taufan menjelaskan, isu separatis di Papua itu tak kunjung selesai hingga hari ini karena masih adanya provokasi yang bermunculan dan berlanjut.

"Berikutnya saya tambahkan tentang penanganan Papua ada kasus kekerasan yang terjadi. Kami Komnas HAM mengakui kekerasan juga terjadi dari OPM bahkan kadang-kadang sangat brutal," kata Taufan saat berbicara pada Rapim TNI-Polri di Jakarta pada Senin 15 Februari 2021.

Rapim TNI-Polri ini dihadiri Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Taufan mengatakan, pihaknya terus meminta kepada pemerintah agar lembaganya diberikan keleluasaan melakukan dialog dengan tokoh di sana. Dialog dibangun agar konflik senjata tidak terjadi. Belakangan, juga beberapa kasus mencuat karena munculnya isu rasisme.

"Yang tak kalah penting untuk mencegah peristiwa itu terjadi, kami inisiatif pendekatan dialog dengan pihak tertentu untuk sama-sama. Komnas HAM inisiasi dialog," kata Taufan.

Taufan menyatakan, isu rasisme justru belakang memantik kerusuhan warga seperti yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu. Bukan soal konflik dengan aparat saja yang dikhawatirkan justru kasus itu merembet pada konflik horizontal.

"Kayak peristiwa Wamena dan kota lain, demonstrasi setelah isu rasisme di Surabaya kami catat ada aksi kekerasan separatisme OPM itu. Bahkan saya ketemu kapolda dan pangdam saya katakan jangan dipublikasi sangat sadis, khawatir ada serangan balik dari kelompok masyarakat yang marah," ujar Taufan.