Saran Pakar Keuangan: Terapkan 3 Aturan Agar Tak Menumpuk Utang Usai Liburan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Merencanakan liburan di akhir tahun bersama keluarga adalah kegiatan yang dinanti-nantikan bagi sebagian besar orang, terutama Anda yang hanya punya waktu kosong di tanggal merah.

Melepas penat dan stres bersama keluarga dengan pergi berlibur juga dapat menjadi solusi. Namun, Anda harus tetap memperhatikan pengeluaran selama berlibur karena hal tersebut bisa menjadi salah satu penyumbang penambahan utang Anda.

Pelonggaran pembatasan sosial yang kerap dilakukan pemerintahan memicu diskusi baru di kalangan masyarakat untuk pergi berlibur. Misalnya, pergi ke destinasi wisata yang telah direncanakan setahun lalu.

Melansir dari Grow, Sabtu (6/11/2021), kesalahan keuangan tertinggi sepanjang 2020 adalah menghabiskan uang dari yang Anda mampu bayar di akhir bulan. Membeli barang-barang mahal atau pergi ke tempat mewah bisa jadi kerugian usai berlibur.

“Anda harus tahu tujuan kegiatan belanja yang dilakukan tanpa harus memaksakan rekening bank Anda yang justru membawa diri ke dalam utang,” ujar perencana keuangan dan pendiri Fortitude Financial Planning Travis Tracy.

Dengan demikian, alih-alih menyarankan tiga aturan yang dapat Anda terapkan untuk membantu Anda berhemat selama berlibur.

Ketahui Jumlah Uang yang Dibelanjakan

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/rawpixel
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/rawpixel

Untuk mengurangi dan belajar menghemat meski sedang berlibur, Anda tetap harus menetapkan anggaran setiap harinya atau selama Anda bersenang-senang. Hal tersebut akan membantu Anda mengontrol pengeluaran.

Misalnya, Anda memiliki tujuan untuk memberi hadiah kepada orang-orang terdekat Anda. Namun, cobalah pikirkan dan alokasikan anggaran keuangan yang dimiliki. Kemudian, tentukan kebutuhan apa saja yang mampu Anda keluarkan.

“Pertimbangkan kewajiban, tujuan, dan pengeluaran Anda yang paling penting, meskipun tidak jarang kebutuhan tersebut merusak anggaran yang telah disusun,” jelas CEO dan pendiri situs You Need a Budget Jesse Mecham.

Menurut Mecham, umumnya orang akan berkata bahwa mereka tidak dapat mengetahui berapa jumlah uang yang dapat dikeluarkan. Sepertinya, seharusnya Anda yang dapat memutuskan berapa biaya liburan yang bisa dikeluarkan.

Ketika Anda ingin berbelanja dengan nyaman, buatlah to do list atau menulis di kertas tentang barang-barang apa saja yang dibeli. Kegiatan ini bisa membantu Anda menahan diri dari godaan membeli barang secara impulsif di luar daftar.

“Menggabungkan kebutuhan dengan barang yang tidak Anda butuhkan harus dihindari. Hal yang harus diwaspadai adalah membeli sesuatu yang sudah Anda miliki yang tidak rusak,” jelas Tracy.

Waspada Penggunaan Kartu Kredit

Ilustrasi utang (Foto: Unsplash/Avery Evans)
Ilustrasi utang (Foto: Unsplash/Avery Evans)

Para ahli menyarankan untuk membatasi jumlah saldo yang Anda masukkan dalam kartu kredit. Menurut survei dari MagnifyMoney pada 2019, dibutuhkan lebih dari lima tahun untuk melunasi utang kartu kredit senilai Rp18,9 juta dan bunga 15,1 persen dengan upah minimum.

“Situasi ekonomi yang sedang sulit, lebih mudah untuk jatuh pada utang kartu kredit. Kami hanya menunda hal yang tak terhindarkan tersebut dengan bunga utang yang masih tinggi,” jelas spesialis perencanaan keuangan Personal Capital Scott Schleicher.

Rencanakan susunan keuangan Anda untuk membuat pengeluaran secara tunai agar meringankan beban Anda saat membayar utang nantinya. Lalu, Anda pun dapat memanfaatkan kartu Visa prabayar yang memiliki batas waktu tertentu untuk memaksa Anda tetap berada pada anggaran yang telah ditetapkan. Tujuannya agar tidak mengeluarkan uang terlalu banyak.

Berbelanja menggunakan uang tunai dan secara langsung membuat Anda lebih bertanggung jawab atas setiap pengeluaran. Studi dari Manufactured in the Netherlands yang berjudul Always Leave Home Without It: A Further Investigation of the Credit Card Effect on Willingness to Pay menemukan 83 persen konsumen bersedia bayar menggunakan kartu kredit dibandingkan tunai.

Buat Prioritas

Ilustrasi perencanaan keuangan/Shutterstock.
Ilustrasi perencanaan keuangan/Shutterstock.

Selain pengeluaran kartu kredit yang berlebihan, masalah umum lain yang dihadapi pembeli adalah keinginan menggunakan dana darurat untuk menutupi pengeluaran yang tidak perlu.

Padahal, dana darurat adalah hal yang harus dimiliki oleh semua orang untuk membayar sesuatu diluar dugaan, seperti hipotek, mengganti ban, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya. Tabungan serupa seperti itu memang ditujukan untuk menghindari bencana finansial.

“Menggunakan dana darurat untuk membeli hadiah liburan akan terasa seperti keputusan buruk. Apalagi jika Anda membutuhkan uang tersebut di bulan Januari untuk beli bahan makanan,” kata Schleicher.

Meskipun rencana keuangan Anda tidak berjalan sesuai rencana atau bahkan tidak berubah, tetap terus rencanakan prioritas ke depan untuk menentukan keputusan arah keuangan Anda. Hal ini bisa menghindari Anda dari kerugian.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel