Saran Prabowo ke Jokowi Soal Ibu Kota Baru: Kita Harus Teruskan, Pak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi turut meninjau salah satu infrastruktur pendukung untuk wilayah Ibu Kota Baru pemerintah Indonesia. Saat berada di Kalimantan Timur, Presiden mengajak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Saat peninjauan, Presiden secara khusus melihat rencana pembangunan sodetan dan menerima pemaparan singkat mengenai jaringan jalan pendukung Ibu Kota Negara yang baru.

"Kita melihat ini, melihat lebih detail lagi karena untuk membangun Ibu Kota baru itu yang paling penting adalah infrastruktur menuju ke sana dulu, untuk nanti membawa logistik," kata Jokowi di lokasi, Selasa 24 Agustus 2021.

Baca Juga: 10 Kota Teraman di Dunia dan Bebas dari Ancaman COVID-19

Presiden sengaja membawa Prabowo dan Basuki untuk berdiskusi langsung di lapangan. Dari diskusi itu, dibicarakan mengenai lokasi pelabuhan, bandara dan infrastruktur lainnya.

"Sehingga kalau kita melihat ke lapangan seperti ini akan lebih mudah," kata Kepala Negara.

Sementara itu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendukung penuh pemindahan Ibu Kota Negara yang baru ke Kalimantan Timur. Sekadar diketahui, Ibu Kota baru nantinya terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Saya menyampaikan saran ke presiden bahwa ini strategis, bahwa kita harus ada keberanian untuk memindahkan Ibu Kota," kata Prabowo.

Prabowo pun bilang, memisahkan pusat pemerintahan dengan pusat keuangan serta perdagangan dan industri perlu dilakukan. Dan Prabowo menyebut, mengenai rencana ini sudah disiapkan secara matang.

"Studinya sudah banyak dilakukan, saya sangat mendukung. Saya menyarankan ke Presiden, sudah, kita harus teruskan, Pak. Itu saran saya. Menteri PU juga sudah meyakinkan bahwa persiapannya sudah sangat matang," kata Prabowo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel