Sarana penyediaan air bersih 11 titik di Pulau Raijua dibantu PLN

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan sarana penyediaan air bersih berupa profil tank untuk 11 titik lokasi yang tersebar di Kelurahan Ledeunu, Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua.

"PLN menyalurkan 12 unit profil tank yang ditempatkan di 11 desa di Pulau Raijua untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sarana penyediaan air bersih," kata Manager Unit Layanan Pusat Listrik Kupang PLN UIW NTT Danang Dwi Nugroho dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan, masyarakat di Pulau Raijua menjadi sasaran penerima bantuan karena mereka menghadapi kondisi sulit dalam mendapatkan air bersih.

Masyarakat, kata dia harus mengambil air bersih dari tempat yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga memerlukan sarana penampung air.

Danang mengatakan bantuan profil tank merupakan realisasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN terhadap masyarakat di daerah terluar.

"Jadi selain melayani kelistrikan PLN, kami menyalurkan bantuan sarana penyediaan air bersih ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masalah air bersih yang dihadapi masyarakat," katanya.

Pada 2022 Program TJSL PLN NTT tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat umum namun juga kegiatan yang mendukung peningkatan pendidikan, keagamaan, kebersihan dan penyediaan sarana prasarana serta fasilitas umum seperti penyediaan air bersih yang dilaksanakan di Pulau Raijua, kata Danang Dwi Nugroho.

Sementara itu Lurah Ledeunu, Roy Lepang menyampaikan terima kasih kepada PLN atas bantuan profil tank dengan jumlah yang cukup banyak guna memudahkan masyarakat dalam mengakses air bersih.

Ia mengatakan kami masyarakat di wilayah pesisir Pulau Raijua sejauh ini sangat kesulitan untuk memperoleh air bersih karena jarak pemukiman pendudukan ke sumber air bersih sekitar 4 kilo meter.

Untuk mendapatkan air bersih, kata dia masyarakat hanya berharap pada satu titik sumber air dimana pada musim kemarau debit air semakin kecil sehingga pengambilan air bersih diatur agar seluruh masyarakat dapat menikmati air secara adil dan dapat memenuhi kebutuhan sampai musim penghujan.

"Banyak warga juga tidak memiliki bak penampung sehingga ketika membeli air bersih ditampung dalam jeriken yang hanya bisa bertahan beberapa hari. Sehingga kami bersyukur atas bantuan profil tank ini membuat akses air bersih lebih mudah karena dipasang di sekitar rumah warga," katanya.

Ia menambahkan Pulau Raijua dengan luas 36 kilometer persegi dihuni 9.800 jiwa yang terbagi dalam dua kelurahan dan tiga desa.

Kelurahan Ledeunu sendiri merupakan kelurahan terbesar dengan jumlah penduduk 3.006 jiwa, demikian Roy Lepang.

Baca juga: Pemda Sabu Raijua kerahkan 39 mobil distribusi air untuk warga

Baca juga: Dua rute penerbangan untuk Sabu Raijua disubsidi pemerintah

Baca juga: Keterisolasian Sabu Raijua semakin terbuka, Ini sebabnya

Baca juga: BPBD: Semua kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua-NTT terancam kekeringan