Saranacentral Bajatama Restrukturisasi Utang Setara Rp 293,53 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan restrukturusasi utang dengan pihak afiliasi PT Sarana Steel senilai USD 20,60 juta atau sekitar Rp 293,53 miliar (asumsi kurs rupiah 14.249 per dolar AS).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/10/2021), skema restrukturisasi tersebut perpanjangan jangka waktu pembayaran atas pinjaman dari sebelumnya jatuh tempo pada 3 Oktober 2021 menjadi 3 Oktober 2026.

PT Sarana Steel setuju memperpanjang kredit berjangka lima tahun sejak 3 Oktober 2021, dan akan berakhir pada 3 Oktober 2026.

Sebelumnya berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I 2021 disebutkan PT Sarana Steel Tbk setuju memberikan pinjaman dana dengan jumlah maksimum USD 20,60 juta.

Pinjaman itu dipakai untuk melunasi pinjaman perusahaan kepada Bank Credit Suisse dan Bank Sarasin-Rabo (Asia) Limited. Pinjaman dana ini dikenakan bunga 0,2 persen per tahun pada atas cost of fund dan berjangka waktu lima tahun dan jatuh tempo pada 7 Oktober 2016.

Perseroan diperkenakan untuk membayar sebagian maupun seluruh pinjaman sebelum berakhirnya jangka waktu pinjaman yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan perubahan perjanjian kredit pada 3 November 2011, perseroan dan PT Sarana Steel setuju mengubah tingkat bunga pinjaman menjadi dua persen per tahun ditambah tingkat suku bunga valas dolar Amerika Seriakt yang diterbitkan oleh lembaga penjamin simpanan.

Pada 2016, perseroan dan PT Sarana Steel setuju memperpanjang jangka waktu kredit untuk jangka waktu lima tahun yang akan jatuh tempo pada 3 Oktober 2021. Sewaktu-waktu dapat ditagihkan kepada perseroan sesuai isi perjanjian. Saldo beban bunga atas pinjaman ini sebesar Rp 4,11 miliar pada 30 Juni 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Semester I 2021

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Hingga semester I 2021, PT Saranacentral Bajatama Tbk mencatat pendapatan usaha Rp 724,39 miliar. Realisasi pendapatan itu tumbuh 22,8 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 589,8 miliar.

Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 595,47 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode semester I 2020 sebesar Rp 564,59 miliar. Laba kotor perseroan naik dari Rp 25,24 miliar pada 30 Juni 2020 menjadi Rp 128,92 miliar pada 30 Juni 2021.

Perseroan mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 78,8 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 5,99 miliar. Perseroan pun membukukan laba per saham dasar sebesar Rp 43,83 pada 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 3,33.

Total liabilitas tercatat turun menajdi Rp 620,27 milliar dan ekuitas Rp 205,81 miliar pada semester I 2021. Total aset naik dari Rp 760,4 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp 835,09 miliar pada 30 Juni 2021. Perseroan kantongi kas Rp 98,82 miliar.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021, saham BAJA turun 1,57 persen ke posisi Rp 376 per saham. Saham BAJA dibuka enam poin ke posisi Rp 376.

Saham BAJA berada di level tertinggi Rp 384 dan terendah Rp 372. Total frekuensi perdagangan 287 kali. Total volume perdagangan 15.350. Nilai transaksi Rp 576,7 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel