Sarapan Pagi dengan LowKol, Susu Fermentasi Buatan UGM untuk Turunkan Kolesterol

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta Data RISKESDAS 2018 menunjukkan bahwa sebesar 28,8 persen dari penduduk Indonesia yang berusia di atas 5 tahun memiliki total kolesterol di atas normal. Mengatasi masalah ini, salah satu jenis pangan kesehatan yang dikembangkan oleh UGM adalah susu fermentasi yang dinamai LowKol. Susu diyakini mampu menurunkan kadar kolesterol.

Widodo Hadisaputro salah satu anggota peneliti LowKol mengatakan produk ini memanfaatkan probiotik strain lokal asal manusia di Indonesia yaitu Lactobacillus casei (L.casei) strain AP yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida. Menurutnya, Lactobacillus adalah salah satu genus bakteri asam laktat berpotensi sebagai probiotik.

"Konsumsi susu fermentasi mengandung probiotik Lactobacillus dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, dan hiperglikemik tipe 2," kata Dosen Fakultas Peternakan UGM ini Jumat 13 Agustus 2021.

Widodo menuturkan awal mula pengembangan susu fermentasi penurun kolesterol ini mulai dilakukan setelah ia berhasil mengisolasi L. casei strain AP dan AG dari saluran pencernaan bayi Indonesia yang hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI). Dari uji in vitro kedua strain AP dan AG yang memiliki potensi sebagai probiotik serta memiliki kemampuan sintesis SCFA.

Selanjutnya, uji kemampuan L. casei strain AP dan AG sebagai kultur starter fermentasi menunjukkan kemampuan penurunan pH susu dari 6.37 menjadi 4,27 dan 4,31 selama fermentasi 8 jam serta peningkatan jumlah sel L. casei strain AP dan AG. Hasil ini menunjukkan L. casei strain AP an AG yang diisolasi dari sistem pencernaan bayi dapat berperan sebagai kultur starter dalam fermentasi susu.

"Uji intervensi produk susu fermentasi probiotik pada responden pengidap obesitas selama 1 bulan mampu menurunkan total kolesterol, LDL dan trigliserida darah (unpublished). Karena kemampuannya dalam penurunan kolesterol darah maka produk susu fermentasi ini dinamai LowKol," ujarnya.

Dari berbagai hasil uji di laboratorium, ia mengatakan, beberapa komponen susu berperan dalam menurunkan kolesterol, di antaranya adalah kandungan asam lemak. Ia menjelaskan penurunan kolesterol oleh bakteri probiotik juga berkaitan dengan asimilasi kolesterol.

"Asimilasi kolesterol dalam sistem pencernaan melibatkan perlekatan kolesterol pada permukaan membran sel probiotik sehingga menurunkan absorpsi kolesterol diet ke dalam darah," ujarnya.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel