"Sarung tangan pelukan" jadilan keluarga Kanada merasa agak normal di tengah pandemi

Toronto (AFP) - Seorang perempuan Kanada punya cara cerdik untuk memeluk ibunya dengan aman, bahkan selama pandemi virus corona, yaitu dengan menciptakan "sarung tangan pelukan," sebuah terpal plastik dengan empat lengan yang digantung di tiang jemuran.

Di Kota Guelph, Ontario selatan, Carolyn Ellis dan suaminya Andrew membuat apa yang disebut "sarung tangan pelukan" pada malam Hari Ibu, yang tahun ini dirayakan pada 10 Mei di Amerika Utara.

"Terpikir oleh saya bahwa dia tidak mendapatkan pelukan, dan kami benar-benar perlu melakukan sesuatu soal itu," kata Carolyn kepada AFP. "Saya ingin memberikannya untuk Hari Ibu."

Mereka menempelkan lengan plastik ke terpal besar agar dua orang bisa saling berpelukan tanpa harus melakukan kontak langsung.

"Usaha yang sangat memakan banyak waktu, mencoba untuk mencari tahu ukuran dan ketinggian lubang," kata Ellis.

"Kami mengerjakannya sampai larut malam pada Sabtu malam, dan kemudian kami menyiapkan segalanya untuk Hari Ibu pada hari Minggu." "Itu adalah hadiah yang luar biasa."

Video yang mereka rekam saat berpelukan beredar dengan cepat di media sosial. Tapi Ellis mengatakan dia terkejut dengan betapa cepat video itu menjadi viral.

"Saya hanya ingin memeluk ibu," katanya. "Kami sangat terkejut video itu cepat sekali menyebar, tapi senang bahwa orang lain mendapat manfaat dari pelukan kami ini. Kami menyukainya."

Dan sementara pelukan yang tertutup plastik tidak akan pernah sebaik yang asli, pelukan itu masih menghibur -setelah berminggu-minggu terkurung karantina wilayah dan dan berbagai pembatasan sosial lainnya- ketika bisa memeluk ibu lagi, kata Ellis.

"Ini memungkinkan kita untuk kembali normal. Ini benar-benar memberi kita harapan bahwa keadaan ini tidak akan berlangsung selamanya," kata Ellis.

"Perasaan fisik itu membuat kita merasa ada di rumah, tahu sendiri kan, pelukan ibu - rasanya begitu nyaman."


om/hh/to/axn