Sasa Pecahkan Rekor MURI, Gelar Buka Puasa dengan 20 Ribu Porsi Nasi Goreng

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sasa Bumbu Praktis meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk mengadakan kegiatan berbuka puasa dengan nasi goreng sebanyak 20.000 porsi yang dimasak secara massal dan dibagikan kepada warga sekitar.

Produk terdepan untuk bumbu praktis masakan Sasa meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kegiatan yang dinamakan “Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak”, oleh karena jumlah porsi nasi goreng yang dimasak sebanyak 20.000 porsi.

Sertifikat rekor MURI diserahkan oleh Bapak Triyono dan Bapak Ridho sebagai perrwakilan dari MURI di lokasi acara, yakni di SMKN 57 Jakarta Selatan.

Pemecahan rekor ini diawali dengan aksi memasak massal yang dipimpin oleh Head Chef PT Sasa Inti, Chef Kongs. Seluruh kegiatan termasuk penyerahan rekor dilaksanakan secara offline dengan mematuhi protokol kesehatan, terutama kewajiban penggunaan masker dan menjaga jarak. Selain itu, seluruh hadirin juga diwajibkan mengikuti tes swab antigen sebelum memasuki lokasi acara.

Mengambil momentum di bulan Ramadan, Sasa melihat pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, yang bisa dilakukan dengan penyajian menu-menu yang ringkas seperti nasi goreng. Nasi Goreng dipilih menjadi menu yang dimasak dalam acara ini oleh karena nasi goreng merupakan salah satu menu populer yang cocok dihidangkan untuk berbuka maupun sahur karena selain praktis, rasanya enak, dan harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Varian yang dimasak secara massal ini merupakan salah satu varian baru; Sasa Bumbu Nasi Goreng Sambal Matah yang telah diperkenalkan pada Februari lalu bersamaan dengan 2 varian baru lainnya yaitu Sasa Nasi Goreng Barbeque dan Sasa Nasi Goreng Telur.

Dalam rangka menyongsong hari Lebaran, Sasa pun turut menyertakan varian produk Sasa Bumbu Rendang, mengingat menu rendang merupakan menu yang lazim dihidangkan saat momen Lebaran. Berbeda dengan biasanya, rendang yang dihadirkan oleh Sasa ini tidak menggunakan bahan daging sebagai bahan utamanya, sehingga harganya terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa bumbu rendang ini dapat dengan mudah dikreasikan dengan berbagai menu lainnya.

Albert Dinata selaku Marketing Director, Consumer Acquisition & Retention PT Sasa Inti pada sambutannya mengatakan Sasa memilih untuk menghadirkan bumbu nasi goreng kali ini oleh karena nasi goreng sudah menjadi salah satu menu yang biasa dimasak oleh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, yang merupakan menu anti-ribet alias praktis dan bisa dikreasikan dengan lauk-pauk lainnya.

"Melalui aneka varian nasi goreng Sasa, masyarakat kini dapat lebih mudah mengolah nasi goreng dan disesuaikan dengan selera khas nusantara, namun tetap bergizi. Jangan lupa, masyarakat juga dapat memilih Sasa Bumbu Rendang untuk melengkapi sajian khas Indonesia pada hari raya nanti,” ujar Albert.

Nasi Goreng Dapat Mengakomodasi Kebutuhan Gizi

Pernyataan ini didukung pula oleh dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, spesialis gizi klinis yang ikut hadir pada acara untuk memberikan pemaparan Dengan cara memasak yang tepat, nasi goreng dapat mengakomodasi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sekaligus kandungan gizi yang ideal untuk sehari-hari.

"Sementara, rendang, pada batas tertentu juga sangat baik untuk pemenuhan protein dan mikronutrien yang terkandung dalam berbagai bumbu yang ada pada masakan rendang," ujar dr. Cindiawaty J. Pudjiadi.

Aksi memasak nasi goreng untuk berbuka puasa ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia sehingga berhasil memecahkan rekor MURI.

“Museum Rekor Indonesia dengan bangga menyerahkan sertifikat rekor kepada Sasa sebagai penyelenggara acara ‘Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak’ sebanyak 20.000 porsi,” ungkap Triyono selaku perwakilan MURI yang diikuti dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan Sasa.

Penyerahan rekor MURI ditutup dengan aksi sosial berupa pembagian 20.000 porsi nasi goreng kepada 20.000 warga di masjid/mushola maupun area pemukiman di sekitarnya.

(*)