Sasar Milenial, Sandiaga Uno Minta Buku Le Parle Covidnomics Dibuatkan VersiAudiobook

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno meminta penulis buku Le Parle Covidnomics, Kamrussamad untuk menambahkan versi audiobook. Hal itu bertujuan agar mampu menyasar kaum milenial yang lebih akrab dengan digitalisasi.

Mengacu pada pernyataan bahwa kaum milenial saat ini minim dengan tingkat literasi membacanya yang cukup rendah, Sandiaga meminta ada adaptasi terhadap digitalisasi. Dengan demikian, pesan yang terdapat dalam buku tersebut bisa diterima oleh kaum milenial.

Pasalnya, ia melihat buku Le Parle Covidnomics berbicara tentang upaya berbagai pihak untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Baik dari sisi kebijakan, hingga gerakan yang dibangun oleh relawan di lapangan.

“Membaca itu membosankan, di sektor ekonomi kreatif kan sudah ada audiobook, sekarang milenial hampir seluruhnya pakai airpod, itu bisa dimanfaatkan,” kata Sandiaga dalam Edukasi dan Sosialisasi Bedah Buku Le Parle Covidnomics, Selasa (31/8/2021).

Kemudian, selain dalam versi audiobook, ia juga meminta isi dari buku tersebut bisa dipecah-pecah menjadi versi singkat dan ditayangkan melalui platform podcast.

“Saya dukung untuk didorong kepada beberapa variannya dalam audiobook dan podcast. Hanya wahananya saja (ditentukan), mungkin channel youtube untuk buku ini, untuk milenial ini ikut berkontribusi,” katanya.

Ia mengatakan, selama pandemi ini memberikan beberapa nilai yang berarti sebagai pelajaran. Pertama, terobosan cara menanggulangi masalah kesehatan, kedua dengan adanya digitalisasi. Ia memandang, ini jadi waktu yang tepat untuk mengembangkan digitalisasi di berbagai sektor terutama UMKM.

“Covid kasih kesempatan mendigitalisasi pelaku UMKM,” katanya.

Sementara itu, di sisi lain, ia melihat ada peningkatan solidaritas yang terjadi di sisi kemanusiaan, banyak masyarakat yang saling bantu.

“Visi misi rakyat saling peduli, saling turun tangan. Ini jadi pelajaran yang bisa kita persiapkan untuk menghadapi masa depan,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Le Parle Covidnomics

Sebuah buku Pahlawan-Pahlawan Le Parle Covidnomics yang ditulis Kamrussamad pada bedah buku secara virtual di Jakarta, Kamis (22/07/2021). Buku berisikan cerita perjuangan merumuskan kebijakan keuangan negara & industri keuangan dalam atasi krisis di masa pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Pool/Bon)
Sebuah buku Pahlawan-Pahlawan Le Parle Covidnomics yang ditulis Kamrussamad pada bedah buku secara virtual di Jakarta, Kamis (22/07/2021). Buku berisikan cerita perjuangan merumuskan kebijakan keuangan negara & industri keuangan dalam atasi krisis di masa pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Pool/Bon)

Pada kesempatan yang sama, Kamrussamad menyampaikan tentang isi buku yang ditulisnya tersebut. Buku dengan sampul sejumlah tokoh ekonomi yang berjejer cukup menarik perhatian calon pembacanya.

Terkait arti judul yang dibuat, ia mengatakan bahwa Le Parle diambil dari bahasa Perancis yang berarti parlemen atau secara harifiah memiliki arti berbicara. Sementara Covidnomics adalah gabungan dari Covid dan Economics yang dimaksudkan pergerakan ekonomi dalam kondisi Covid-19.

Ia menuturkan buku ini berisi tentang acuan kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah ditambah dengan masukan-masukan dari para ahli. Ia berharap nantinya ini bisa jadi acuan kedepannya oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan baru, atau jika kembali berhadapan dengan pandemi.

“Covid-19 adalah objek sekaligus subjek, dan nomics knowlegde, Kita mencari referensi terhadap virus yang sedang melanda umat manusia ini. karena minimnya referensi tentang penanganan pandemi,” katanya.

Beberapa tokoh yang masuk dalam buku ini termasuk Ketua Dewan Komisaris OJK, Wimboh Santoso, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, hingga pengamat-pengamat ekonomi seperti Faisal Basri dan Bhima Yudhistira.

Kamrussamad mengatakan, buku ini didedikasikan untuk pahlawan-pahlawan selama pandemi. Yakni, mereka-mereka yang mampu bertahan di tengah tekanan Covid-19.

“Siapa pahlawan sebetulnya? Pahlawan adalah rakyat kecil yang selama ini jualan ikan lele, yang terdampak covid, pedagang asongan dekat terminal stasiun tempat singgah gak bisa jualan, marketing perbankan, gak bisa lagi menemui calon klien, mereka yang selama ini tumbuh dan berkembang dari aktivitas ekonomi dan berkembang di masyarakat,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel