Satgas: 247.916 ekor ternak sembuh dari penyakit mulut dan kuku

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melaporkan sebanyak 247.916 ekor ternak sembuh dari PMK, yang terdiri atas 237.838 sapi, 7.041 kerbau, 1.018 domba, dan 2.003 kambing, dan 16 babi hingga Sabtu (30/7).

Menurut data Satgas Penanganan PMK yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu, sebanyak 805.570 ekor sapi telah divaksinasi hingga saat ini.

Satgas juga melaporkan sebanyak 447.190 ekor ternak sakit akibat PMK yang tersebar di 22 provinsi hingga Sabtu (30/7), dengan rincian 428.586 sapi, 13.597 kerbau, 1.612 domba, 3.336 kambing, dan 59 babi.

Sedangkan sebanyak 7.081 ekor potong syarat yang meliputi 6.964 sapi, 52 kerbau, delapan domba, 57 kambing. Sebanyak 4.412 ekor ternak mati, dengan rincian 4.297 ekor sapi, 94 kerbau, sembilan domba, dan 12 kambing.

Baca juga: Satgas sebut biosekuriti pertahanan pertama penularan PMK

Sementara sebanyak 187.781 ekor ternak belum sembuh, yang terdiri dari 179.487 sapi, 6.410 kerbau, 577 domba, 1.264 kambing, dan 43 babi.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar Penanganan PMK Wiku Adisasmito meminta masyarakat berhati-hati jika berkontak dengan hewan ternak terinfeksi PMK.

Dalam konferensi pers daring diikuti di Jakarta, Kamis (7/7) malam, Wiku mengimbau masyarakat untuk untuk mencuci tangan atau melakukan upaya pembersihan lainnya seperti disinfeksi ke bagian tubuh dan berbagai hal sesaat, sebelum, dan sesudah kontak fisik dengan hewan dengan PMK.

Kedua, jika mendesak untuk berkontak fisik dengan hewan maka gunakanlah alat pelindung diri sekali pakai atau yang sudah dari disinfeksi sebelumnya, termasuk jika hanya masuk ke area kandang.

"Langkah ini menjadi penting karena manusia baik anggota tubuh maupun bahan yang menempel pada tubuh dapat menjadi media penularan virus PMK antar-hewan," kata Wiku.

Baca juga: Aceh Besar bentuk pos penyekatan cegah PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel