Satgas ajak masyarakat berperan cegah Omicron

·Bacaan 1 menit

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat mengambil peran mencegah Omicron dengan tidak melakukan perjalanan internasional.

"Hingga saat ini kasus Omicron telah terdeteksi di 115 negara dengan total kasus lebih dari 184.000 di mana Inggris menempati tempat pertama dengan jumlah kasus Omicron tertinggi di dunia," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diikuti dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa sore.

Menurut Wiku, peningkatan pengeluaran keuangan negara secara konstan untuk penanganan pandemi juga terlihat di Amerika Serikat, Jerman dan Perancis di mana jumlah kasus Omicronnya lebih tinggi dibandingkan dengan Norwegia dan Afrika Selatan.

Sementara situasi di Indonesia, kata Wiku, hingga saat ini telah terdeteksi 47 kasus positif Omicron. Mayoritas kasus Omicron di Indonesia merupakan WNI pelaku perjalanan internasional.

Baca juga: Kemenkes targetkan 208 juta penduduk selesai divaksinasi pada 2022

Baca juga: Kasus Omicron pertama di Vietnam ditemukan

"Mayoritas ialah kasus tanpa gejala atau bergejala ringan dan akan segera ditelusuri dan ditangani segera," katanya.

Melihat perkembangan kasus Omicron yang terus meningkat baik di tingkat global dan nasional, kata Wiku, bangsa Indonesia harus terus mengantisipasi agar penularan varian ini dapat ditekan seminimal mungkin.

"Hasil telaah data yang menunjukkan mayoritas kasus positif Omicron merupakan pelaku perjalanan internasional, maka (kami, red) mendorong pemerintah untuk menetapkan pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan luar negeri, utamanya dari negara-negara yang tingkat kasus Omicron terdeteksi tinggi," katanya.

Satgas Penanganan COVID-19 berharap masyarakat juga dapat mengambil peran dalam mencegah masuknya varian Omicron di Indonesia.

"Transparansi data yang disampaikan oleh pemerintah terkait jumlah penularan Omicron hendaknya disikapi sebagai peringatan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk alasan yang tidak mendesak," katanya.*

Baca juga: Pemerintah perketat karantina dan percepat vaksinasi hambat Omicron

Baca juga: Forkopimda Jatim siapkan format sambut PMI cegah penyebaran Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel