Satgas: Alun-alun ditutup jelang akhir tahun cegah lonjakan mobilitas

·Bacaan 2 menit

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan sejumlah tempat publik akan ditutup menjelang akhir tahun 2021 untuk mencegah terjadinya lonjakan mobilitas yang dilakukan oleh masyarakat.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat karena pemerintah pusat menyampaikan bahwa sebaiknya perayaan tahun baru ini dilakukan di rumah saja,” kata Sonny dalam Dialog Produktif Selasa Utama bertajuk “Mulai Tahun Baru Dengan Kebiasaan Baru” yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Sonny menjelaskan, penutupan seluruh alun-alun di berbagai wilayah itu dilakukan untuk mencegah adanya pawai maupun arak-arakan, yang biasa dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut tahun baru yang dapat meningkatkan potensi terjadinya penularan COVID-19 lebih meluas lagi.

Bahkan untuk mencegah terjadinya lonjakan mobilitas, akan ada pemantauan aktivitas masyarakat yang dilakukan melalui pembatasan mobilitas domestik secara situasional melalui penerapan aturan ganjil genap nomor kendaraan.

Baca juga: Kemarin, strategi hadapi Omicron hingga larangan perayaan tahun baru

Baca juga: Tito larang pawai hingga pesta kembang api cegah lonjakan COVID-19

Pihaknya juga mendorong pengelola fasilitas publik wajib untuk membentuk Satgas protokol kesehatan sebagai syarat perizinan operasional. Bila tempat tersebut tidak memilikinya, maka disarankan tidak melakukan operasi.

“Kami juga terus mendorong optimalisasi peran dari Satgas COVID-19 di level desa dan kelurahan. Kemudian perluasan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan berbagai hal lainnya termasuk melakukan rekayasa,” kata dia,

Kemudian pada pusat perbelanjaan, aktivitas para pedagang kaki lima akan dipantau melalui pembatasan kapasitas dan jam operasional di tempat-tempat wisata maupun mal-mal supaya menimbulkan penumpukan pengunjung.

Pembatasan kegiatan Natal dan tahun baru di pusat perbelanjaan juga akan ditiadakan. Kecuali pameran seperti UMKM. Sonny mengatakan pihaknya turut menyiapkan buku saku tentang tanya jawab seputar kebijakan pemerintah yang disusun bersama Kominfo dan Kemenkes untuk memperjelas kebijakan yang diterapkan pada saat libur Natal dan Tahun Baru itu.

Melalui sejumlah strategi khusus yang dibentuk untuk melindungi masyarakat tersebut, Sonny meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan mau bekerja sama supaya situasi dapat cepat kembali dengan normal dan membuat pandemi berakhir.

“Di dalam masa pandemi, masih ada risiko penularan. Kalau risiko penularan tidak dikendalikan dan terjadi lonjakan kasus, maka akan berpotensi meningkatkan angka kematian juga. Oleh karenanya kita harus bekerja sama,” ujar Sonny.*

Baca juga: Pemerintah ingatkan ada tren kenaikan COVID-19 di 10 provinsi

Baca juga: Mikro "lockdown" bisa diterapkan jika ada penularan saat liburan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel